3 Negara Dilanda Demo pada Pertengahan 2024, Salah Satunya Telan 300 Nyawa

Jum'at, 09 Agustus 2024 - 15:03 WIB
loading...
3 Negara Dilanda Demo...
Bangladesh, satu dari tiga negara yang dilanda demo besar pada pertengahan 2024. Foto/EPA
A A A
JAKARTA - Negara di dunia yang menerapkan sistem demokrasi sudah pasti tidak akan luput dari aksi protes atau demonstrasi. Aksi ini adalah bentuk penyampaian aspirasi masyarakat untuk pemerintah.

Demonstrasi sering digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan ketidaksetujuan terhadap suatu keputusan atau kebijakan pemerintah, perusahaan, atau institusi lainnya. Juga bisa digunakan untuk mendukung suatu gerakan atau perubahan sosial.

Meski begitu, aksi demonstrasi ini harus dilakukan dengan cara yang tidak melanggar hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum. Penggunaan kekerasan atau tindakan anarkis dalam demonstrasi dapat menyebabkan tindakan hukum terhadap para demonstran.

Dalam beberapa bulan terakhir, ada sejumlah negara yang dilanda demonstrasi besar-besaran untuk mengkritik pemerintah. Sayangnya demo yang terjadi beberapa negara di dunia ini berakhir ricuh.

Baca Juga: Kronologi Demo Berdarah Bangladesh hingga PM Sheikh Hasina Kabur

3 Negara yang Dilanda Demo Besar pada Pertengahan 2024

1. Kenya


Pada Juni lalu, para demonstran telah turun ke jalan untuk melakukan protes besar-besaran. Protes tersebut, yang telah menyebar ke seluruh negeri, merupakan bagian dari gerakan yang dijuluki “7 Hari Kemarahan”, yang menyerukan “penutupan total” Kenya.

Para demonstran ini bahkan berencana untuk “menduduki” Parlemen di Ibu Kota Kenya; Nairobi. Gerakan ini lantas mendapat perhatian signifikan melalui media sosial, di mana penyelenggara menyerukan seluruh warga Kenya untuk berpartisipasi dalam mogok nasional.

Sekretaris Kabinet Dalam Negeri Kiture Kindiki berbicara kepada media di Nairobi, mendesak para pengunjuk rasa untuk tetap bersikap damai dan memperingatkan terhadap penghancuran properti.

Meski begitu, Presiden Masyarakat Hukum Kenya, Faith Odhiambo, menggambarkan insiden itu sebagai penculikan dan menuduh petugas intelijen melakukan pelanggaran.

Tujuan dari para demonstran ini adalah menentang usulan kenaikan pajak dalam RUU Keuangan 2024. Dalam demonstrasi ini dikabarkan telah ada laporan tentang hilangnya pengunjuk rasa di tengah demonstrasi nasional.

2. Nigeria


Pada awal Agustus ini, terjadi demonstrasi besar-besaran di Nigeria yang disebabkan oleh krisis ekonomi dan tuduhan pemerintah yang buruk seperti korupsi.

Aktivis Nigeria, Banwo Olagokun mengungkapkan jika demo dilakukan untuk memprotes tingginya inflasi di negara tersebut. Para pengunjuk rasa ini berkumpul di stadion nasional Nigeria.

Nigeria telah mengalami inflasi terburuk dalam tiga dekade, yakni 34,19 %. Upah minimum bulanan yang ditetapkan juga tidak berubah sejak tahun 2019 lalu.

Hal tersebut membuat rakyat tidak mampu membeli kebutuhan hidup sederhana seperti makan, minum, dan obat-obatan.

Namun aksi unjuk rasa ini tidaklah berjalan kondusif, membuat sekitar 50 wartawan dan 700 pengunjuk rasa ditangkap. Bahkan ketika menggelar aksinya, para pengunjuk rasa ini sempat di sembur oleh gas air mata.

3. Bangladesh


Demonstrasi di Bangladesh pecah pada bulan Juli lalu, di mana aksi dipimpin oleh mahasiswa yang memprotes kebijakan kuota pegawai negeri sipil (PNS) untuk anak-anak setiap orang yang berjasa dalam memerdekakan negara itu dari Pakistan pada tahun 1971.

Pemberlakukan sistem kuota terbaru mencadangkan 30% jabatan di pemerintahan untuk anak-anak dari mereka yang berjuang untuk memerdekaan Bangladesh pada tahun 1971. Sementara itu, ada jatah 10% untuk perempuan, dan 10% untuk penduduk di distrik tertentu.

Kerusuhan ini lantas dikaitkan dengan stagnannya pertumbuhan lapangan kerja di sektor swasta dan tingginya angka pengangguran kaum muda.

Negara di Asia Selatan itu juga menghadapi kesulitan ekonomi dan mendapatkan dana talangan sebesar USD4,7 miliar (Rp76 triliun) dari Dana Moneter Internasional (IMF) pada Januari tahun lalu setelah kesulitan membayar impor energi, yang mengurangi cadangan dolar dan meningkatkan inflasi.

Telah tercatat sedikitnya 300 orang telah tewas dan sekitar 10.000 orang yang ditangkap atas tuduhan mengganggu keamanan dalam demonstrasi ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Bukan ke Iran atau Venezuela,...
Bukan ke Iran atau Venezuela, Apa yang Memicu AS Kirim Ratusan Tentara ke Negara Ini?
Langka, Pilot Ini Selamatkan...
Langka, Pilot Ini Selamatkan 80 Penumpang dari Pesawat yang Mesinnya Meledak di Udara
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Jadwal Timnas Inggris...
Jadwal Timnas Inggris vs Kosta Rika dan Portugal vs Nigeria Live di VISION+
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved