Siapakah Muhammad Yunus? Pemimpin Pemerintahan Sementara Bangladesh yang Pernah Mendapatkan Nobel

Rabu, 07 Agustus 2024 - 20:05 WIB
loading...
A A A
“Saya ingin melakukan sesuatu yang segera untuk membantu orang-orang di sekitar saya, meskipun itu hanya satu manusia, untuk menjalani hari lain dengan sedikit lebih mudah,” katanya.

Dia mulai memberikan pinjaman kecil dari kantongnya sendiri kepada penduduk termiskin di komunitasnya – akhirnya mendirikan Grameen Bank pada tahun 1983, yang kemudian menjadi pemimpin dunia dalam mengurangi kemiskinan melalui pinjaman mikro.

Bank tersebut tumbuh dengan cepat, dengan berbagai cabang dan model serupa yang kini beroperasi di seluruh dunia.

Baca Juga: Sepak Terjang Sheikh Hasina Wazed, dari Muslimah yang Suka Bertempur hingga Berstatus Diktator

3. Meraih Nobel Perdamaian pada 2006

Siapakah Muhammad Yunus? Pemimpin Pemerintahan Sementara Bangladesh yang Pernah Mendapatkan Nobel

Foto/EPA

Melansir CNN, Yunus dan Grameen Bank dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2006, setelah memberikan pinjaman sekitar $6 miliar untuk perumahan, pinjaman mahasiswa dan usaha mikro, dan khususnya untuk mendukung perempuan Bangladesh.

Ia juga pendiri Yunus Centre, lembaga pemikir yang berbasis di Dhaka yang membantu mengembangkan bisnis sosial baru.

Beberapa kritikus memandang Yunus dan Grameen Bank dengan skeptis, dengan alasan bahwa suku bunga tinggi beberapa pemberi pinjaman mikro telah membuat peminjam miskin karena pemberi pinjaman memperoleh keuntungan besar dari pinjaman kecil.

Yunus telah menepis klaim tersebut, dengan mengatakan kepada CNN awal tahun ini bahwa Grameen Bank tidak bertujuan untuk menghasilkan uang – tetapi untuk membantu orang miskin dan memberdayakan usaha kecil.

4. Berulang Kali Diancam oleh Sheikh Hasina

Siapakah Muhammad Yunus? Pemimpin Pemerintahan Sementara Bangladesh yang Pernah Mendapatkan Nobel

Foto/EPA

Selama bertahun-tahun, Yunus telah berulang kali berhadapan langsung dengan mantan perdana menteri Hasina – yang menuduhnya “menghisap darah orang miskin,” menurut Reuters.

Yunus sempat mengusulkan pembentukan partai politik baru pada tahun 2007 menjelang pemilihan parlemen – yang dikecam Hasina saat itu, dengan mengatakan pendatang baru dalam dunia politik adalah “elemen berbahaya … yang harus dicurigai,” Reuters melaporkan.

Yunus akhirnya tidak melanjutkan pembentukan partai tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Dubes LBBP RI Listyowati...
Dubes LBBP RI Listyowati Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Bangladesh
Negaranya Diinvasi AS,...
Negaranya Diinvasi AS, Tokoh Oposisi Venezuela Malah Hadiahkan Nobel Perdamaian kepada Trump
Bank Indonesia Pastikan...
Bank Indonesia Pastikan Juda Agung Mundur dari Deputi Gubernur BI
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved