Rusia Rilis Video Ledakan Tsar Bomba, Bom Nuklir Terkuat Sejagad
Selasa, 25 Agustus 2020 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Pemandangan bom besar di bawah pesawat pembom hampir lucu, dan ketika jatuh di atas lokasi uji coba di Novaya Zemlya, sebuah parasut digunakan untuk memperlambat penurunan dan mengulur waktu pesawat untuk menghindari ledakan yang merusak.
Pesawat Tu-95 berada di ketinggian sekitar 34.000 kaki ketika menjatuhkan bom, yang meledak sekitar 13.000 kaki di atas tanah untuk meminimalkan radiasi.
Video tersebut kemudian menangkap momen ledakan dari beberapa sudut pandang, termasuk di darat dan di atas pesawat Tu-95V. Ledakan kolosal menciptakan awan jamur yang menjulang 6,2 mil di atas pulau, dan ledakan itu terlihat sejauh 621 mil di daratan. Pesawat pembom, yang baru berhasil mencapai jarak 28 mil pada saat bom meledak, merekam bola api dan awan jamur yang mengerikan, yang akhirnya mencapai lebar 56 mil.
Menurut video dokumenter tersebut, ledakan itu adalah bom "bersih" karena seberapa tinggi ledakannya, dan tak lama setelah pengujian, ilmuwan Soviet terlihat terbang ke lokasi ledakan dengan helikopter, beberapa di antaranya bahkan berjalan di sekitar daerah tersebut tanpa alat pelindung. Panas yang menyengat telah mencairkan sebagian besar salju di situs ini, yang hanya berjarak 1.200 mil dari Kutub Utara.
Gelombang kejut ledakan itu sangat besar, di mana struktur kayu hancur dan jendela pecah hingga ratusan mil jauhnya. Untungnya, bom Product 202 tidak pernah digunakan dalam konflik, dan bom sekuat itu juga tidak pernah dibuat lagi, meskipun Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev kala itu sesumbar bahwa secara teknis desainnya mampu meledakkan dua kali lebih besar.
Pesawat Tu-95 berada di ketinggian sekitar 34.000 kaki ketika menjatuhkan bom, yang meledak sekitar 13.000 kaki di atas tanah untuk meminimalkan radiasi.
Video tersebut kemudian menangkap momen ledakan dari beberapa sudut pandang, termasuk di darat dan di atas pesawat Tu-95V. Ledakan kolosal menciptakan awan jamur yang menjulang 6,2 mil di atas pulau, dan ledakan itu terlihat sejauh 621 mil di daratan. Pesawat pembom, yang baru berhasil mencapai jarak 28 mil pada saat bom meledak, merekam bola api dan awan jamur yang mengerikan, yang akhirnya mencapai lebar 56 mil.
Menurut video dokumenter tersebut, ledakan itu adalah bom "bersih" karena seberapa tinggi ledakannya, dan tak lama setelah pengujian, ilmuwan Soviet terlihat terbang ke lokasi ledakan dengan helikopter, beberapa di antaranya bahkan berjalan di sekitar daerah tersebut tanpa alat pelindung. Panas yang menyengat telah mencairkan sebagian besar salju di situs ini, yang hanya berjarak 1.200 mil dari Kutub Utara.
Gelombang kejut ledakan itu sangat besar, di mana struktur kayu hancur dan jendela pecah hingga ratusan mil jauhnya. Untungnya, bom Product 202 tidak pernah digunakan dalam konflik, dan bom sekuat itu juga tidak pernah dibuat lagi, meskipun Perdana Menteri Soviet Nikita Khrushchev kala itu sesumbar bahwa secara teknis desainnya mampu meledakkan dua kali lebih besar.
(min)
Lihat Juga :