Zelensky: Barat Terlalu Takut Eskalasi dengan Rusia!

Selasa, 06 Agustus 2024 - 10:30 WIB
loading...
Zelensky: Barat Terlalu...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenksy sebut Barat terlalu takut eskalasi dengan Rusia. Foto/EPA-EFE/PRESIDENTIAL PRESS SERVICE
A A A
KYIV - Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina telah mendorong negara-negara NATO untuk membuat koalisi yang akan mencoba mencegat rudal Rusia.

Blok militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) itu sebelumnya menolak untuk melakukannya.

Kyiv telah lama menekan para pendukung Barat-nya untuk lebih terlibat dalam konflik dengan Moskow dan mulai menembak jatuh pesawat nirawak dan rudal Rusia di wilayah Ukraina.

Namun, upayanya telah ditolak oleh kekuatan asing yang enggan terlibat dalam konfrontasi militer langsung dengan Rusia.

Baca Juga: Ukraina Mulai Kerahkan Jet Tempur F-16 Buatan AS, Perang Lawan Rusia Makin Memanas

“[Negara-negara Barat] terlalu khawatir tentang kemungkinan eskalasi. Kami berjuang melawan itu. Kami akan mengatasinya,” kata Zelensky kepada wartawan.

Pemerintah di Kyiv sedang mempertimbangkan kemungkinan teknis bagi negara-negara tetangga untuk menggunakan pesawat militer melawan rudal yang menyerang Ukraina."Setelah terbang ke arah umum negara-negara NATO," katanya, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (6/8/2024).

Zelensky telah menyerukan pembentukan zona larangan terbang di atas Ukraina sejak pecahnya perang dengan Rusia pada Februari 2022.

Para pakar militer menunjukkan bahwa setiap penegakan realistis atas keinginan Kyiv akan mengharuskan anggota NATO untuk menyerang pesawat Rusia di udara dan di lapangan udara di dalam Rusia.

Ide perisai yang kurang ambisius di atas Ukraina Barat dilontarkan bulan lalu, saat Kyiv menandatangani kesepakatan keamanan bilateral dengan Warsawa dan meningkatkan upaya lobi menjelang pertemuan puncak para pemimpin NATO di AS.

Pemerintah Polandia mengindikasikan bersedia menjawab seruan Ukraina, asalkan NATO menyetujuinya, meskipun negara-negara lain, termasuk AS, keberatan.

Washington mengatakan yakin bahwa memasok lebih banyak sistem pertahanan udara ke Ukraina untuk beroperasi sendiri adalah cara terbaik untuk melawan rentetan serangan Rusia.

Zelensky sebelumnya berbicara kepada pers setelah mengonfirmasi bahwa sponsor telah mengirimkan jet tempur F-16 rancangan AS ke Ukraina.

Laporan media lokal menunjukkan bahwa kemampuan baru Ukraina terlalu kecil untuk menjadi pengubah permainan di garis depan. Para pakar pertahanan mengatakan kemungkinan besar jet-jet tempur itu akan digunakan untuk mencegat rudal jelajah Rusia.

Moskow telah menargetkan aset militer Ukraina serta beberapa lokasi infrastruktur utama, seperti pembangkit listrik, yang dianggap penting bagi upaya perang Kyiv.

Menurut para pejabat Rusia, konflik tersebut adalah perang proksi yang dipimpin AS di mana pasukan Ukraina berfungsi sebagai "umpan meriam" untuk kepentingan geostrategis Barat.

Pada hari Sabtu, Zelensky mengatakan Kyiv ingin menyerang target jauh di dalam Rusia, jenis operasi yang tidak memungkinkan Ukraina menggunakan senjata sumbangan Barat dan sebaliknya mengandalkan pesawat nirawak kamikaze produksi dalam negeri.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved