Benarkah Para Pemimpin Hamas Menyesal Telah Melakukan Serangan 7 Oktober?
Minggu, 04 Agustus 2024 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
Israel tidak mengonfirmasi atau membantah keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut. Namun, pada hari Kamis, militer Israel mengonfirmasi bahwa pemimpin sayap militer Hamas, Mohammed Deif, tewas dalam serangan udara di Gaza bulan lalu. Deif secara luas dianggap sebagai salah satu dalang serangan 7 Oktober.
![Benarkah Para Pemimpin Hamas Menyesal Telah Melakukan Serangan 7 Oktober?]()
Foto/EPA
Menurut The Economist, perang sepuluh bulan dengan Israel telah mengurangi reputasi Hamas dalam menjaga ketertiban di Gaza, dengan dukungan terhadap aturan kelompok tersebut di daerah kantong itu anjlok hingga di bawah 5%.
Setelah serangan 7 Oktober, AS menekan Qatar untuk mengusir para pemimpin Hamas dari tempat berlindung mereka di Doha jika mereka tidak menyetujui gencatan senjata dengan Israel.
BacaJuga: Imam Masjid Al Aqsa: Umat Muslim Tidak Dapat Salat dengan Bebas di Bawah Penjajahan Israel
![Benarkah Para Pemimpin Hamas Menyesal Telah Melakukan Serangan 7 Oktober?]()
Foto/EPA
The Economist juga menggambarkan perubahan pikiran yang tampak jelas dalam Hamas. Sementara beberapa orang dalam kelompok itu merayakan serangan tahun lalu pada bulan Oktober sebagai pencapaian militer.
2. Popularitas Hamas Turun di Gaza

Foto/EPA
Menurut The Economist, perang sepuluh bulan dengan Israel telah mengurangi reputasi Hamas dalam menjaga ketertiban di Gaza, dengan dukungan terhadap aturan kelompok tersebut di daerah kantong itu anjlok hingga di bawah 5%.
Setelah serangan 7 Oktober, AS menekan Qatar untuk mengusir para pemimpin Hamas dari tempat berlindung mereka di Doha jika mereka tidak menyetujui gencatan senjata dengan Israel.
BacaJuga: Imam Masjid Al Aqsa: Umat Muslim Tidak Dapat Salat dengan Bebas di Bawah Penjajahan Israel
3. Adanya Tren Gerakan Mengembalikan Hamas sebagai Organisasi Politik

Foto/EPA
The Economist juga menggambarkan perubahan pikiran yang tampak jelas dalam Hamas. Sementara beberapa orang dalam kelompok itu merayakan serangan tahun lalu pada bulan Oktober sebagai pencapaian militer.
Lihat Juga :