alexametrics

Ditendang dari Program F-35, Turki Pertimbangkan Boyong Su-35

loading...
Ditendang dari Program F-35, Turki Pertimbangkan Boyong Su-35
Turki dilaporkan mempertimbangkan untuk memboyong jet tempur canggih buatan Rusia, Su-35. Foto/Istimewa
A+ A-
ANKARA - Turki kembali membuat kebijakan yang bersebrangan dengan Amerika Serikat (AS). Setelah ditendang dari program jet canggih F-35, Ankara dilaporkan tengah mempertimbangkan proposal untuk membeli pesawat tempur canggih buatan Rusia, Su-35.

Surat kabar Turki, Yeni Safak melaporkan, pihak berwenang Turki yang bertanggung jawab untuk pengadaan senjata sedang meninjau kemungkinan membeli pesawat tempur Su-35 yang ditawarkan Rosoboronexport. Menurut surat kabar itu, pihak berwenang telah meminta Kepresidenan Industri Pertahanan (SSB), Komando Angkatan Udara Turki dan lembaga terkait lainnya untuk memberikan evaluasi mereka tentang gagasan ini.

Surat kabar harian itu menambahkan bahwa jika rencana untuk membeli jet Rusia mendapat respon positif, negosiasi formal dengan Rusia mengenai masalah tersebut akan mendapatkan lampu hijau untuk dimulai.



Terkait laporan tersebut, belum ada pejabat Turki yang mau berkomentar seperti dilansir dari Sputnik, Minggu (11/8/2019).

Sebelumnya, Rosoboronexport Rusia menawarkan untuk menjual pesawat tempur Su-35 ke Ankara di tengah laporan media bahwa Turki mungkin mempertimbangkan opsi seperti itu karena masalah dengan pengadaan F-35 dari Amerika Serikat (AS). (Baca juga: Rusia Tawarkan Su-35 kepada Turki)

Washington menangguhkan pasokan F-35 dan program pelatihan untuk pilot Turki setelah Ankara menolak untuk mengikuti tuntutannya membatalkan kontrak pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia. AS mengklaim bahwa sistem ini dapat mengungkapkan kelemahan F-35 ke Rusia dan menawarkan untuk membeli sistem rudal Patriot ke Ankara sebagai gantinya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, bagaimanapun, menolak untuk memenuhi tuntutan AS. Ia mengatakan bahwa Rusia membuat penawaran yang lebih baik untuk S-400, yang dibutuhkan negaranya untuk kebutuhan keamanan nasional. Ia menyarankan untuk membentuk kelompok kerja dengan Washington guna menangani kekhawatiran tentang S-400, tetapi AS menutup pintu terhadap tawaran itu.

Ketidaksepakatan atas S-400 dan F-35 menandai keretakan besar dalam hubungan AS-Turki. Washington mengancam Ankara dengan sanksi dan pengecualian dari NATO.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak