Suasana Israel Mencekam, Warga Ketakutan Tunggu Serangan Iran dan Hizbullah
Sabtu, 03 Agustus 2024 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
“Pembunuhan Haniyeh di Teheran tampaknya dirancang untuk melemahkan Iran,” ungkap Pinkas. “Namun, pilihan targetnya kurang jelas,” papar dia.
Tidak seperti Pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar, Haniyeh pindah ke Qatar pada tahun 2019 dan dianggap sebagai tokoh politik yang relatif moderat di dalam Hamas dan salah satu kandidat terbaik untuk mengakhiri konflik dan mengamankan pembebasan tawanan yang ditahan di Gaza sejak 7 Oktober, salah satu kekhawatiran utama publik Israel.
Namun demikian, menurut Goldberg, kematiannya tetap menimbulkan kepuasan publik di Israel.
“Kelihatannya aneh, saya tahu, tetapi ada tingkat disosiasi publik yang terjadi di sini,” ungkap Goldberg.
“Mengingat situasi saat ini, masyarakat tidak akan kesulitan membedakan antara seruan agar para sandera dipulangkan dan perayaan atas terbunuhnya orang yang diajak Israel berunding untuk mencapai tujuan itu,” papar dia, merujuk pada bagaimana warga Israel trauma akibat peristiwa 7 Oktober.
Para pengkritik Netanyahu baik di dalam maupun luar negeri Israel dengan cepat menyatakan pembunuhan Haniyeh yang menjadi sorotan publik mungkin merupakan taktik perdana menteri yang tengah berjuang memperpanjang dan meningkatkan konflik guna menghindari runtuhnya pemerintahan koalisinya yang rapuh dan penyelenggaraan pemilu dini.
“Untuk saat ini, di jalan-jalan Tel Aviv, ada kecemasan,” papar Goldberg. “Namun, ada juga rasa pasrah. Ada perasaan bahwa ini adalah nasib Israel. Orang-orang percaya bahwa Israel harus selalu membela diri dan, dengan itu, muncullah gagasan tentang impunitas total. Bagi banyak orang, memang begitulah adanya.”
Baca juga: Saksi Mata: Haniyeh Terbunuh oleh Rudal yang Ditembakkan ke Kamarnya, Bukan Bom Ditanam
Tidak seperti Pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar, Haniyeh pindah ke Qatar pada tahun 2019 dan dianggap sebagai tokoh politik yang relatif moderat di dalam Hamas dan salah satu kandidat terbaik untuk mengakhiri konflik dan mengamankan pembebasan tawanan yang ditahan di Gaza sejak 7 Oktober, salah satu kekhawatiran utama publik Israel.
Namun demikian, menurut Goldberg, kematiannya tetap menimbulkan kepuasan publik di Israel.
“Kelihatannya aneh, saya tahu, tetapi ada tingkat disosiasi publik yang terjadi di sini,” ungkap Goldberg.
“Mengingat situasi saat ini, masyarakat tidak akan kesulitan membedakan antara seruan agar para sandera dipulangkan dan perayaan atas terbunuhnya orang yang diajak Israel berunding untuk mencapai tujuan itu,” papar dia, merujuk pada bagaimana warga Israel trauma akibat peristiwa 7 Oktober.
Para pengkritik Netanyahu baik di dalam maupun luar negeri Israel dengan cepat menyatakan pembunuhan Haniyeh yang menjadi sorotan publik mungkin merupakan taktik perdana menteri yang tengah berjuang memperpanjang dan meningkatkan konflik guna menghindari runtuhnya pemerintahan koalisinya yang rapuh dan penyelenggaraan pemilu dini.
“Untuk saat ini, di jalan-jalan Tel Aviv, ada kecemasan,” papar Goldberg. “Namun, ada juga rasa pasrah. Ada perasaan bahwa ini adalah nasib Israel. Orang-orang percaya bahwa Israel harus selalu membela diri dan, dengan itu, muncullah gagasan tentang impunitas total. Bagi banyak orang, memang begitulah adanya.”
Baca juga: Saksi Mata: Haniyeh Terbunuh oleh Rudal yang Ditembakkan ke Kamarnya, Bukan Bom Ditanam
(sya)
Lihat Juga :