Suasana Israel Mencekam, Warga Ketakutan Tunggu Serangan Iran dan Hizbullah
Sabtu, 03 Agustus 2024 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, pembunuhan tokoh Hamas dan Hizbullah tersebut telah memulihkan sebagian tingkat kepercayaan publik terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan militer setelah serangan 7 Oktober, yang secara luas dilihat oleh para ahli dan rakyat Israel sebagai kegagalan intelijen, menurut juru survei Israel dan mantan asisten Netanyahu, Mitchell Barak.
Namun, Barak menambahkan, "Saya kira tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi sekarang. Saya kira semua orang mencoba mencari tahu seperti apa tanggapannya atau dari mana tanggapan itu akan datang."
"Terlepas dari waktu, kedua pembunuhan itu tidak memiliki kesamaan," ujar Alon Pinkas, diplomat Israel dan kolumnis di surat kabar Israel Haaretz.
Pinkas mengatakan pembunuhan Shukr merupakan tanggapan atas serangan di Golan.
Sebaliknya, pembunuhan Haniyeh, yang dibunuh beberapa jam setelah menghadiri pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dapat memicu tanggapan yang lebih kuat.
"Tentu saja, pembunuhan Haniyeh bisa saja hanya karena keinginan untuk membalas dendam dan kecintaan pada drama dan kembang api," ungkap Pinkas, sebelum menambahkan bahwa menurutnya gagasan pemimpin politik atau militer Israel tidak mempertimbangkan konsekuensi pembunuhan itu tidak mungkin.
“Jika laporan yang kita lihat di The New York Times benar, yang menunjukkan bahwa satu bom telah ditempatkan di akomodasinya beberapa bulan sebelumnya, maka itu berarti waktu dan lokasinya disengaja, sehingga Iran tidak punya pilihan selain meningkatkan serangan, mengakhiri peluang kesepakatan penyanderaan atau gencatan senjata.”
Sumber lain di Iran mengatakan serangan yang menewaskan Haniyeh di sebabkan oleh rudal, bukan bom yang ditanam sebelumnya.
Namun, Barak menambahkan, "Saya kira tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi sekarang. Saya kira semua orang mencoba mencari tahu seperti apa tanggapannya atau dari mana tanggapan itu akan datang."
"Terlepas dari waktu, kedua pembunuhan itu tidak memiliki kesamaan," ujar Alon Pinkas, diplomat Israel dan kolumnis di surat kabar Israel Haaretz.
Pinkas mengatakan pembunuhan Shukr merupakan tanggapan atas serangan di Golan.
Sebaliknya, pembunuhan Haniyeh, yang dibunuh beberapa jam setelah menghadiri pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dapat memicu tanggapan yang lebih kuat.
"Tentu saja, pembunuhan Haniyeh bisa saja hanya karena keinginan untuk membalas dendam dan kecintaan pada drama dan kembang api," ungkap Pinkas, sebelum menambahkan bahwa menurutnya gagasan pemimpin politik atau militer Israel tidak mempertimbangkan konsekuensi pembunuhan itu tidak mungkin.
“Jika laporan yang kita lihat di The New York Times benar, yang menunjukkan bahwa satu bom telah ditempatkan di akomodasinya beberapa bulan sebelumnya, maka itu berarti waktu dan lokasinya disengaja, sehingga Iran tidak punya pilihan selain meningkatkan serangan, mengakhiri peluang kesepakatan penyanderaan atau gencatan senjata.”
Sumber lain di Iran mengatakan serangan yang menewaskan Haniyeh di sebabkan oleh rudal, bukan bom yang ditanam sebelumnya.
Lihat Juga :