Ini 3 Opsi Iran Balas Dendam pada Israel atas Pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh
Kamis, 01 Agustus 2024 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Serangan itu diperintahkan sebagai respons atas terbunuhnya pejabat militer Iran di gedung konsulat Iran di Damaskus, Suriah.
Israel dilaporkan menanggapi dengan serangan diam-diam terhadap pangkalan udara di Isfahan, sebelah selatan fasilitas nuklir Natanz Iran, meskipun tidak ada pihak yang secara resmi mengakui keterlibatan Israel.
Opsi kedua yang diidentifikasi oleh Vazirian merupakan apa yang disebutnya sebagai "operasi tidak langsung" oleh Iran.
Opsi ini mengandalkan proksi-proksi Iran, terutama Hizbullah dan Houthi—sebuah gerakan Yaman yang juga dikenal sebagai Ansar Allah yang juga terlibat dalam serangan rutin terhadap Israel selama perang pecah di Gaza.
Opsi ketiga yang dijelaskan Vazirian adalah "operasi hibrida" yang akan melibatkan serangan langsung Iran terhadap Israel serta serangan serentak oleh faksi-faksi Poros Perlawanan.
"Saya pikir Iran dan anggota Poros Perlawanan lainnya dapat menyerang kota terbesar Israel, Tel Aviv, dan bahkan Haifa," kata Vazirian.
"Penting untuk menyerang Israel secara simbolis dan pelabuhannya dalam konteks ini."
Pada akhirnya, dia berpendapat bahwa salah satu faktor yang paling menentukan dalam menentukan tingkat respons Iran akan didasarkan pada metode yang digunakan oleh Israel dalam dugaan pembunuhan Haniyeh.
Israel dilaporkan menanggapi dengan serangan diam-diam terhadap pangkalan udara di Isfahan, sebelah selatan fasilitas nuklir Natanz Iran, meskipun tidak ada pihak yang secara resmi mengakui keterlibatan Israel.
2. Opsi Kedua: Andalkan Proksi Iran
Opsi kedua yang diidentifikasi oleh Vazirian merupakan apa yang disebutnya sebagai "operasi tidak langsung" oleh Iran.
Opsi ini mengandalkan proksi-proksi Iran, terutama Hizbullah dan Houthi—sebuah gerakan Yaman yang juga dikenal sebagai Ansar Allah yang juga terlibat dalam serangan rutin terhadap Israel selama perang pecah di Gaza.
3. Opsi Ketiga: Operasi Hibrida
Opsi ketiga yang dijelaskan Vazirian adalah "operasi hibrida" yang akan melibatkan serangan langsung Iran terhadap Israel serta serangan serentak oleh faksi-faksi Poros Perlawanan.
"Saya pikir Iran dan anggota Poros Perlawanan lainnya dapat menyerang kota terbesar Israel, Tel Aviv, dan bahkan Haifa," kata Vazirian.
"Penting untuk menyerang Israel secara simbolis dan pelabuhannya dalam konteks ini."
Pada akhirnya, dia berpendapat bahwa salah satu faktor yang paling menentukan dalam menentukan tingkat respons Iran akan didasarkan pada metode yang digunakan oleh Israel dalam dugaan pembunuhan Haniyeh.
Lihat Juga :