alexametrics

Al-Qaeda Serang Kamp Militer di Yaman Selatan, 19 Tentara Tewas

loading...
Al-Qaeda Serang Kamp Militer di Yaman Selatan, 19 Tentara Tewas
Kelompok al-Qaeda menyerang sebuah kamp militer di Yaman selatan. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
SANAA - Kelompok militan al-Qaeda menyerang sebuah kamp militer di Yaman selatan pada Jumat kemarin. Sumber keamanan mengatakan serangan tersebut menewaskan sedikitnya 19 tentara.

"Gerilyawan al-Qaeda secara singkat mengambil kendali atas kamp yang berada di desa al Mahfad di provinsi selatan Abyan sebelum direbut kembali berjam-jam kemudian oleh pasukan Yaman," kata sumber tersebut seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (3/8/2019).

Serangan itu adalah yang kedua dalam beberapa hari terakhir terhadap sebuah kamp bagi pasukan Sabuk Keamanan Yaman yang didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA). UEA adalah anggota kunci dari koalisi Arab yang didukung Barat guna memerangi pemberontak Houthi yang mengendalikan sejumlah wilayah di negara itu.



Pada hari Kamis sebuah bom mobil meledak di sebuah kamp militer untuk pasukan Sabuk Keamanan di kota pelabuhan selatan Aden, menewaskan 13 polisi.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita milik kelompok itu, Amaaq, pada hari Jumat.

ISIS mengatakan serangan itu menewaskan dan melukai puluhan polisi, di antaranya kepala kantor polisi. Namun pernyataan Kementerian Dalam Negeri Yaman mengatakan hanya 13 yang meninggal.

Koalisi Muslim Sunni melakukan intervensi di Yaman pada tahun 2015 untuk mencoba mengembalikan pemerintah yang diakui secara internasional yang memerintah dari Aden setelah digulingkan dari kekuasaan di Ibu Kota Sanaa pada akhir 2014 oleh Houthi.

Konflik ini di Timur Tengah secara luas dilihat sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran, yang menyangkal keterlibatannya di Yaman.
(ian)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak