Peramal AS Ini Tepat Ramalannya Hampir Setiap Pilpres sejak 1984, Bagaimana Trump vs Harris?

Selasa, 30 Juli 2024 - 12:31 WIB
loading...
Peramal AS Ini Tepat...
Peramal AS Allan Lichtman selalu tepat ramalannya pada hampir setiap pilpres sejak 1984. Dia akan meramal potensi pertarungan Donald Trump vs Kamala Harris jika sudah resmi diusung partai. Foto/The Washington Post
A A A
WASHINGTON - Allan Lichtman, seorang peramal pemilu telah meramalkan dengan tepat hampir setiap pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) sejak 1984.

Dia mengembangkan rumus yang digunakan untuk membuat prediksi tentang pilpres yang akan datang, dan dalam banyak kasus, terbukti benar.

Lalu bagaimana ramalannya tentang potensi pertarungan Donald Trump melawan Kamala Harris pada November mendatang?

Rumus “Kunci Gedung Putih” yang dibuat Lichtman terdiri dari 13 pertanyaan benar atau salah yang menurutnya memberikan indikasi kuat tentang siapa yang akan dinobatkan sebagai pemenang pada pemungutan suara.

Baca Juga: Donald Trump: Kamala Harris Menang Pilpres AS, Perang Dunia III Pecah

Setiap pertanyaan diajukan tentang dua calon yang bersaing; jika “benar” mereka diberi “kunci", dan jika “salah", pesaing mereka menerima poin.

Kemudian, jika kandidat dari satu partai menerima enam kunci atau lebih, mereka diprediksi sebagai pemenang.

Pada awal siklus, Partai Demokrat diberi satu “kunci” otomatis untuk masa jabatan Presiden Joe Biden—tetapi pemungutan suara sejak itu telah mengalami perubahan dramatis.

"Kunci-kunci" tersebut adalah: mandat partai, kontes, petahana, pihak ketiga, ekonomi jangka pendek, ekonomi jangka panjang,
perubahan kebijakan, kerusuhan sosial, skandal, kegagalan asing/militer, keberhasilan asing/militer, karisma petahana, karisma penantang.

Partai Demokrat, dengan Harris sebagai calon yang mungkin, saat ini memegang enam dari 13 kunci, menurut prediksi Lichtman.

Itu termasuk kontes utama, ekonomi jangka pendek, ekonomi jangka panjang, perubahan kebijakan, tidak ada skandal, dan tidak ada karisma penantang.

Partai Republik, katanya, memegang tiga kunci: memenangkan mayoritas DPR dalam pemilihan sela 2022, petahana saat ini tidak mencalonkan diri lagi, dan petahana saat ini kurang karisma.

Masih ada empat kunci lagi yang belum dibagikan.

Kunci yang tersisa mencakup faktor pihak ketiga, yang menurut Lichtman penting mengingat posisi kandidat independen Robert F. Kennedy Jr dalam pemilihan.

Kunci juga masih beredar karena "tidak ada kerusuhan sosial", serta "kegagalan militer asing", dan "keberhasilan militer asing".

Jika Partai Demokrat kehilangan tiga kunci lagi, maka mereka akan menjadi "pecundang" yang diproyeksikan, menurut rumus peramal pemilu Amerika tersebut.

Prediksi akhir belum dibuat untuk pilpres 2024, tetapi Lichtman mengatakan kepada News Nation: "Banyak hal yang salah akan terjadi jika Harris kalah."

Lichtman dengan tepat meramalkan Trump akan menang pada pilpres tahun 2016, dan Biden pada pilpres tahun 2020.

Peramal yang juga sejarawan tersebut akan membuat prediksi terakhirnya untuk siklus ini setelah Partai Demokrat memilih calon presiden yang diusung dalam Konvensi Nasional Demokrat (DNC) pada bulan Agustus.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Donald Trump: Kamala...
Donald Trump: Kamala Harris Menang Pilpres AS, Israel akan Lenyap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved