5 Alasan Dataran Tinggi Golan Jadi Titik Konflik Abadi di Timur Tengah
Senin, 29 Juli 2024 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
Terbentang sejauh 25 km di luar "Area Pemisahan" di kedua sisi adalah "Area Pembatasan" yang memiliki pembatasan jumlah pasukan dan jumlah serta jenis senjata yang dapat dimiliki kedua belah pihak di sana.
Ada satu titik persimpangan antara pihak Israel dan Suriah, yang hingga perang saudara Suriah pecah pada tahun 2011 digunakan terutama oleh pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sejumlah kecil warga sipil Druze, dan untuk transportasi hasil pertanian.
![5 Alasan Dataran Tinggi Golan Jadi Titik Konflik Abadi di Timur Tengah]()
Foto/EPA
Melansir Al Jazeera, Dataran Tinggi Golan adalah dataran tinggi strategis yang berbatasan dengan Lebanon, Israel, dan Yordania.
Meskipun secara internasional diakui sebagai bagian dari Suriah, dua pertiga wilayahnya telah diduduki oleh Israel sejak direbut dalam Perang Enam Hari tahun 1967.
Suriah berupaya merebut kembali wilayah tersebut pada tahun 1973, tetapi gagal.
Pasukan pengamat PBB telah mengawasi garis gencatan senjata sejak saat itu.
Israel telah membangun puluhan permukiman ilegal di Dataran Tinggi Golan yang diduduki – dan pada tahun 1981, menyatakan bahwa mereka akan mencaplok wilayah tersebut. Sekitar 20.000 pemukim ilegal Israel sekarang tinggal di sana, bersama dengan sekitar puluhan orang Arab Druze.
Ada satu titik persimpangan antara pihak Israel dan Suriah, yang hingga perang saudara Suriah pecah pada tahun 2011 digunakan terutama oleh pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sejumlah kecil warga sipil Druze, dan untuk transportasi hasil pertanian.
5. Dataran Tinggi yang Strategis

Foto/EPA
Melansir Al Jazeera, Dataran Tinggi Golan adalah dataran tinggi strategis yang berbatasan dengan Lebanon, Israel, dan Yordania.
Meskipun secara internasional diakui sebagai bagian dari Suriah, dua pertiga wilayahnya telah diduduki oleh Israel sejak direbut dalam Perang Enam Hari tahun 1967.
Suriah berupaya merebut kembali wilayah tersebut pada tahun 1973, tetapi gagal.
Pasukan pengamat PBB telah mengawasi garis gencatan senjata sejak saat itu.
Israel telah membangun puluhan permukiman ilegal di Dataran Tinggi Golan yang diduduki – dan pada tahun 1981, menyatakan bahwa mereka akan mencaplok wilayah tersebut. Sekitar 20.000 pemukim ilegal Israel sekarang tinggal di sana, bersama dengan sekitar puluhan orang Arab Druze.
(ahm)
Lihat Juga :