Ketegangan dengan AS Memanas, China Latihan Perang di Laut China Selatan
Senin, 24 Agustus 2020 - 15:52 WIB
loading...
A
A
A
Dalam keputusan penting pada 12 Juli 2016, Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA) yang berbasis di Den Haag tidak menemukan dasar hukum bagi China untuk mengklaim hak bersejarah atas "garis sembilan garis putus-putus" atau "dash-nine line" di Laut China Selatan , dengan mengatakan Beijing telah melanggar hak berdaulat Filipina, yang membawa kasus ini.
China, bagaimanapun, menentang dan menolak untuk menghormati keputusan pengadilan tersebut. Beijing juga menolak untuk menerima proposal atau tindakan apa pun berdasarkan keputusan pengadilan arbitrase, dan menyebut keputusan yang membatalkan klaimnya atas hak bersejarah di sepanjang "dash-nine line" itu ilegal dan tidak valid.
Presiden Duterte mengakui dalam Pidato Kenegaraan (SONA) kelimanya pada 27 Juli bahwa dia tidak akan melakukan apa pun terhadap klaim China atas wilayah dan sumber daya di Laut China Selatan meskipun keputusan PCA 2016 membatalkan klim China atas hampir 90 persen Laut China Selatan.
China menyambut baik pernyataan Duterte bahwa dia tidak akan menghadapi China terkait sengketa Laut China Selatan.
Mantan menteri luar negeri Albert del Rosario kemarin mendesak pemerintah untuk tidak menghalangi orang Filipina secara sah melindungi wilayah negara.
Del Rosario meminta orang Filipina untuk tidak diam. "Karena keheningan mendorong agresi lebih lanjut ke tanah dan laut kita," ujarnya seperti dikutip Philstar.
China, bagaimanapun, menentang dan menolak untuk menghormati keputusan pengadilan tersebut. Beijing juga menolak untuk menerima proposal atau tindakan apa pun berdasarkan keputusan pengadilan arbitrase, dan menyebut keputusan yang membatalkan klaimnya atas hak bersejarah di sepanjang "dash-nine line" itu ilegal dan tidak valid.
Presiden Duterte mengakui dalam Pidato Kenegaraan (SONA) kelimanya pada 27 Juli bahwa dia tidak akan melakukan apa pun terhadap klaim China atas wilayah dan sumber daya di Laut China Selatan meskipun keputusan PCA 2016 membatalkan klim China atas hampir 90 persen Laut China Selatan.
China menyambut baik pernyataan Duterte bahwa dia tidak akan menghadapi China terkait sengketa Laut China Selatan.
Mantan menteri luar negeri Albert del Rosario kemarin mendesak pemerintah untuk tidak menghalangi orang Filipina secara sah melindungi wilayah negara.
Del Rosario meminta orang Filipina untuk tidak diam. "Karena keheningan mendorong agresi lebih lanjut ke tanah dan laut kita," ujarnya seperti dikutip Philstar.
(min)
Lihat Juga :