Ketegangan dengan AS Memanas, China Latihan Perang di Laut China Selatan
Senin, 24 Agustus 2020 - 15:52 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan klaim China atas sumber daya di sebagian besar Laut China Selatan benar-benar "melanggar hukum", karena itulah Washington berusaha menekan aktivitas China di wilayah tersebut.
Washington berharap dapat membangun koalisi negara-negara yang memahami ancaman yang ditimbulkan China, dan memastikan bahwa Beijing berperilaku dalam sistem internasional dan secara kolektif memulihkan apa yang menjadi hak milik negara-negara lain. (Baca juga: Situasi Laut China Selatan Menegangkan, Malaysia Tembak Mati Nelayan Vietnam )
Sementara itu, China mendesak Filipina untuk "menghentikan provokasi" di Laut China Selatan (Laut Filipina Barat), dengan mengatakan Manila melanggar keamanan dan kedaulatannya dengan mengirimkan pesawat militer.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengeluarkan pernyataan tersebut setelah Filipina mengajukan protes diplomatik ke China pada Kamis lalu atas penyitaan alat pengumpul ikan nelayan oleh pasukan Penjaga Pantai China secara ilegal di Bajo de Masinloc pada Mei.
"China mendesak pihak Filipina untuk segera menghentikan provokasi ilegal," kata Zhao dalam konferensi pers di Beijing, hari Jumat.
Menurutya, Filipina melanggar kedaulatan dan keamanan China dengan mengirim pesawat militer ke ruang udara yang berdekatan dengan pulau Nansha dan terumbu karang yang dikontrol oleh China.
Menurut Zhao, tidak tercela bagi Penjaga Pantai China untuk melakukan penegakan hukum di perairan Huangyan Dao karena itu adalah praktik yang sah.
Filipina keberatan dengan gangguan radio ilegal China yang terus berlanjut terhadap pesawat Filipina yang melakukan patroli maritim reguler yang sah di Laut Filipina Barat.
Washington berharap dapat membangun koalisi negara-negara yang memahami ancaman yang ditimbulkan China, dan memastikan bahwa Beijing berperilaku dalam sistem internasional dan secara kolektif memulihkan apa yang menjadi hak milik negara-negara lain. (Baca juga: Situasi Laut China Selatan Menegangkan, Malaysia Tembak Mati Nelayan Vietnam )
Sementara itu, China mendesak Filipina untuk "menghentikan provokasi" di Laut China Selatan (Laut Filipina Barat), dengan mengatakan Manila melanggar keamanan dan kedaulatannya dengan mengirimkan pesawat militer.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengeluarkan pernyataan tersebut setelah Filipina mengajukan protes diplomatik ke China pada Kamis lalu atas penyitaan alat pengumpul ikan nelayan oleh pasukan Penjaga Pantai China secara ilegal di Bajo de Masinloc pada Mei.
"China mendesak pihak Filipina untuk segera menghentikan provokasi ilegal," kata Zhao dalam konferensi pers di Beijing, hari Jumat.
Menurutya, Filipina melanggar kedaulatan dan keamanan China dengan mengirim pesawat militer ke ruang udara yang berdekatan dengan pulau Nansha dan terumbu karang yang dikontrol oleh China.
Menurut Zhao, tidak tercela bagi Penjaga Pantai China untuk melakukan penegakan hukum di perairan Huangyan Dao karena itu adalah praktik yang sah.
Filipina keberatan dengan gangguan radio ilegal China yang terus berlanjut terhadap pesawat Filipina yang melakukan patroli maritim reguler yang sah di Laut Filipina Barat.
Lihat Juga :