AS dan Sekutu Tenggelamkan 2 Kapal Perang Besar dengan Rudal Baru untuk Gertak China

Kamis, 25 Juli 2024 - 10:45 WIB
loading...
AS dan Sekutu Tenggelamkan...
USS Tarawa, satu dari dua kapal perang besar yang ditenggelamkan AS dan sekutunya dalam latihan perang di kawasan Hawaii. Pakar menilai manuver ini untuk menggertak China. Foto/Task and Purpose
A A A
HONOLULU - Amerika Serikat (AS) dan sekutunya telah menenggelamkan dua kapal perang besar dengan bom dan rudal baru dalam latihan tempur skala besar di Samudra Pasifik pertengan bulan ini.

Seorang pakar menilai manuver itu sebagai sinyal gertakan yang ditujukan kepada China ketika Angkatan Laut Beijing terus memperluas armada dan wilayah operasinya di kawasan Pasifik.

Latihan penenggelaman dua kapal perang dengan rudal atau SINKEX diadakan di dekat pulau Kauai di Hawaii masing-masing pada 11 Juli dan 19 Juli.

Kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari latihan internasional Rim of the Pacific (RIMPAC) 2024 yang dipimpin AS, kata Armada Ketiga Amerika pada Selasa lalu.

Baca Juga: AS Bersiap Karamkan USS Tarawa, Dianggap Latihan Tenggelamkan Kapal Induk China

Dari 27 Juni hingga 1 Agustus, 29 negara, 40 kapal permukaan, tiga kapal selam, 14 Angkatan Darat nasional, lebih dari 150 pesawat dan 25.000 personel berpartisipasi dalam RIMPAC di dan sekitar Kepulauan Hawaii. Tahun ini merupakan latihan ke-29 dalam rangkaian manuver yang dimulai pada tahun 1971.

"RIMPAC memberikan kesempatan pelatihan unik yang penting untuk memastikan keamanan jalur laut," kata Armada Ketiga AS.

SINKEX merupakan puncak dari RIMPAC, di mana para peserta memperoleh kemahiran dalam menyerang kapal permukaan dalam lingkungan yang realistis.

Collin Koh, pakar di S Rajaratnam School of International Studies di Singapura, mengatakan kepada Newsweek bahwa SINKEX bukan sekadar unjuk kekuatan.

“Pelatihan ini tampaknya dirancang untuk memberikan pencegahan, seolah-olah memberi sinyal kepada Beijing di tengah pesatnya penumpukan pasukan PLA—terutama Angkatan Laut PLA,” kata Koh, yang dilansir Kamis (25/7/2024).

“Memiliki sekutu dan mitra dekat yang mengambil bagian dalam SINKEX menandakan tekad untuk lebih meningkatkan interoperabilitas militer, yang akan sangat penting pada saat terjadi perang tembak-menembak yang sesungguhnya," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved