Masjid 1.300 Tahun Ditemukan di Israel, Seabad setelah Islam Lahir

Jum'at, 19 Juli 2019 - 14:59 WIB
Masjid 1.300 Tahun Ditemukan...
Masjid 1.300 Tahun Ditemukan di Israel, Seabad setelah Islam Lahir
A A A
RAHAT - Sebuah bangunan masjid berumur 1.300 tahun ditemukan di sebuah situs di Rahat, gurun Negev, Israel. Dari segi umurnya, masjid itu berarti dibangun hanya satu abad lebih sembilan tahun setelah agama Islam lahir.

Rahat dikenal sebagai kota Badui. Bangunan masjid kuno yang terkubur itu telah digali.

Gedung sederhana, yakni berukuran enam meter persegi. Masjid itu kemungkinan dibangun untuk melayani hanya satu atau dua keluarga di desa setempat.

Temuan bangunan ibadah itu menjadi bukti bahwa penyebaran agama Islam sangat cepat di wilayah yang kini bagian dari Israel. Arkeolog memprediksi masjid di Rahat itu dibangun sekitar tahun 719 Masehi. Sedangkan agama Islam lahir sekitar tahun 610 Masehi.

Gideon Avni dari Otoritas Purbakala Israel mengatakan masjid itu dibangun ketika masjid-masjid besar di Madinah, Damaskus dan Yerusalem berdiri. Itu membuktikan bahwa penyebaran agama yang dibawa Nabi Muhammad sangat cepat dari pusat-pusat kota hingga pedesaan.

Sulit untuk menempatkan tanggal yang tepat awal munculnya Islam. Namun, pada umumnya agama tersebut dianggap lahir di Mekkah dan Madinah pada awal abad 7 atau sekitar 600 tahun setelah agama Kristen muncul.

Menurut para arkeolog, reruntuhan masjid di Rahat—yang ditemukan pada awal pembangunan sebuah lingkungan baru—berasal dari akhir abad 7 atau awal abad 8.

Avni mengatakan, masjid itu diberi tanggal menggunakan metode arkeologi tradisional, seperti tembikar, koin dan lampu minyak. "Kita tahu kisarannya dalam 30 hingga 40 tahun," ujarnya, seperti dikutip Haaretz, Jumat (19/7/2019).

Tidak banyak dari sisa-sisa bangunan kuno itu, tetapi fondasi dinding menampilkan cekungan untuk ibadah yang khas dengan menghadap ke tenggara, yang berarti menghadap Makkah.

"Bagaimana mereka tahu bahwa mereka menghadap Makkah sekitar 1.300 tahun yang lalu?. Pengetahuan astronomi," kata Avni.

"Telah ditunjukkan bahwa orang-orang kuno Mesopotamia dan Levant memiliki pengetahuan astronomi yang sangat maju. Kembali ke lebih dari 4.000 tahun; Pengetahuan Babilon tentang langit mendahului orang-orang Yunani kuno selama berabad-abad. Yang menimbulkan pertanyaan seberapa akurat pembacaannya," papar Avni.

"Ini tidak seakurat kompas dan GPS, tetapi penyimpangannya kecil, paling banyak sekitar 5 persen. Mereka tahu arah mana yang harus menghadap," imbuh Avni.
(mas)
Berita Terkait
28 Negara yang Tidak...
28 Negara yang Tidak Mengakui Israel hingga 2023, Siapa Saja?
Menteri Zionis Serukan...
Menteri Zionis Serukan Ekspansi Israel dengan Caplok Suriah hingga Arab Saudi
Arab Saudi: Israel Merampok...
Arab Saudi: Israel Merampok Hak-hak Paling Dasar Rakyat Palestina!
Pangeran Arab Saudi:...
Pangeran Arab Saudi: Kerajaan Akan Akui Negara Israel Jika....
Presiden Israel Sebut...
Presiden Israel Sebut Normalisasi dengan Arab Saudi Jadi Kunci untuk Akhiri Perang
Arab Saudi Tuntut Keadilan...
Arab Saudi Tuntut Keadilan Bagi Palestina
Berita Terkini
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
41 menit yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
1 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
2 jam yang lalu
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
3 jam yang lalu
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
4 jam yang lalu
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved