Lama Diburu Jepang, Salah Satu Pendiri Greenpeace Ditangkap di Greenland

Selasa, 23 Juli 2024 - 20:30 WIB
loading...
Lama Diburu Jepang,...
Salah satu pendiri Greenpeace Paul Watson dengan latar belakang kapal penangkap paus. Foto/Barbara Veiga/Sea Shepherd
A A A
NUUK - Juru kampanye anti-perburuan paus dan salah satu pendiri Greenpeace Paul Watson ditangkap pada Minggu (21/7/2024) berdasarkan surat perintah internasional yang dikeluarkan Jepang.

Aktivis ini telah dicari Tokyo selama lebih dari satu dekade karena perselisihan dengan para pemburu paus lokal.

Aktivis lingkungan veteran berusia 73 tahun itu ditahan ketika kapalnya digerebek polisi setelah berlabuh di Greenland untuk pengiriman pasokan.

“Watson telah hadir di hadapan pengadilan distrik yang kini akan memutuskan kemungkinan ekstradisinya ke Jepang,” ungkap polisi setempat.

Yayasan Kapten Paul Watson mengecam potensi ekstradisi tersebut sebagai “permintaan bermotif politik,” dan mendesak pemerintah Denmark segera membebaskan aktivis tersebut.

Yayasan tersebut mengungkapkan Watson sedang melakukan kampanye untuk mencegat Kangei Maru, kapal penangkap ikan paus besar yang baru dibangun Jepang.

Penangkapan aktivis tersebut kemungkinan besar berasal dari Red Notice internasional yang dikeluarkan Jepang terhadapnya pada tahun 2012 atas tuduhan menyebabkan kerusakan dan cedera dalam dua insiden dengan kapal penangkap ikan paus Jepang pada tahun 2010.

Meskipun Red Notice pada akhirnya dibatalkan, Tokyo rupanya diam-diam mengaktifkannya kembali, menurut Yayasan itu.

“Perkembangan ini mengejutkan karena pengacara Yayasan telah melaporkan Red Notice telah dicabut. Namun, tampaknya Jepang merahasiakan pemberitahuan tersebut untuk memfasilitasi perjalanan Paul guna tujuan melakukan penangkapan,” jelas Yayasan tersebut.

Kelompok tersebut juga menuduh penangkapan Watson dilakukan secara khusus bertepatan dengan peluncuran Kangei Maru.

Kapal penangkap ikan paus baru senilai USD47 juta ditugaskan awal tahun ini dan saat ini berada di Pasifik Utara.

Perburuan paus komersial dilarang Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional (IWC) pada tahun 1986, namun Jepang diizinkan untuk terus berburu paus dalam jumlah kecil setiap tahun di Antartika untuk tujuan “ilmiah”.

Pada tahun 2014, Mahkamah Internasional juga memerintahkan Tokyo menghentikan perburuan tersebut, dan memutuskan perburuan tersebut bukanlah upaya ilmiah yang sah melainkan kedok perburuan paus komersial.

Jepang akhirnya menarik diri dari IWC empat tahun kemudian, mengakhiri ekspedisi “ilmiah” Antartika dan melanjutkan perburuan paus komersial di perairan domestiknya.

Tokyo sudah lama berpendapat perburuan paus dan konsumsi daging mamalia laut itu merupakan bagian integral dari “budaya” negara tersebut.

Baca juga: Hamas, Fatah dan Grup Palestina Lainnya Teken Perjanjian Persatuan Nasional di China
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Berita Terkini
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved