alexametrics

Jenderal Mousavi: Iran Luncurkan Serangan Menghancurkan jika Diserang

loading...
Jenderal Mousavi: Iran Luncurkan Serangan Menghancurkan jika Diserang
Para tentara Angkatan Darat Iran saat parade militer. Foto/REUTERS/Raheb Homavandi/TIMA/File Photo
A+ A-
TEHERAN - Komandan Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan negaranya bukan negara yang agresif. Namun, dia menegaskan bahwa militer Teheran akan menggunakan kemampuan serangan ofensifnya secara efektif terhadap musuh jika diserang.

"Kami tidak pernah menjadi penggagas perang apa pun dan tidak akan pernah," kata Jenderal Mousavi.

"Namun, kami tidak hanya mengandalkan pertahanan semata; pada tahap awal serangan musuh, kami akan bertahan, tetapi kekuatan ofensif kami dan kemampuan kami untuk menyerang musuh adalah menghancurkan dan akan membuat musuh menyesal (karena memulai perang)," lanjut dia ketika berbicara kepada petugas unit militer di Tabriz, Iran barat laut, pada hari Minggu seperti dikutip Mehr News, Sabtu (15/7/2019).



Dia mengatakan militer Iran membuktikan tingkat kepatuhan terhadap cita-cita revolusi selama Perang Iran-Irak 1980-1988, dan kemampuannya baru tumbuh sejak saat itu. "Lebih kuat dari sebelumnya, kami tidak akan bergerak sedikit pun dalam membela cita-cita dan negara kami," ujarnya.

Pernyataan Jenderal Mousavi menggemakan pernyataan komandan Angkatan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour yang mengungkap bahwa militer Iran telah menciptakan "doktrin serangan mendalam" yang baru untuk operasi melawan musuh jika terjadi perang.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam setelah IRGC menembak jatuh pesawat tak berawak AS pada pertengahan Juni lalu. Sebelum itu, AS telah memindahkan kelompok tempur kapal induknya ke Timur Tengah dan meningkatkan kekuatan militernya di wilayah dengan dalih ada ancaman Iran yang akan segera terjadi terhadap kepentingan AS.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak