Think Tank Militer AS: Pertahanan Militer Israel Lemah karena Bisa Ditembus Drone Houthi
Sabtu, 20 Juli 2024 - 22:55 WIB
loading...
A
A
A
Drone yang diluncurkan pada hari Jumat adalah drone pertama yang diluncurkan Houthi yang mencapai Tel Aviv.
Korban bernama Yevgeny Ferder, 50, yang dilaporkan bekerja di Momo's Hostel, berdekatan dengan tempat drone menyerang. Keponakannya mengatakan dia berimigrasi ke Israel sekitar 30 tahun yang lalu, dan pernah bertugas di unit tempur IDF dan cadangan militer.
Magen David Adom juga mengatakan delapan orang dibawa ke rumah sakit setempat, empat di antaranya terluka akibat pecahan peluru atau gelombang kejut akibat ledakan tersebut. Empat lainnya dirawat karena kecemasan akut.
Lokasi kejadian berdekatan dengan beberapa hotel dan Kantor Cabang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv. Militer Israel, hingga Jumat pagi, tidak memiliki informasi intelijen yang menunjukkan bahwa serangan pesawat tak berawak itu ditujukan ke gedung kedutaan.
Pemberontak Yaman yang didukung Iran telah meluncurkan lebih dari 200 drone dan rudal jelajah ke Israel sejak November, menurut militer. Bersamaan dengan serangan drone pada hari Jumat di Tel Aviv, sebuah rudal jelajah juga menyerang dekat Eilat pada bulan Maret.
IDF mengatakan sebagian besar ancaman dihadang oleh pasukan AS dan dalam beberapa kasus oleh jet tempur Israel dan sistem pertahanan udara berbasis darat.
Kelompok Houthi, yang juga mendatangkan malapetaka pada pelayaran Laut Merah, mengatakan tindakan ofensif mereka adalah untuk mendukung warga Palestina di Gaza di tengah perang Israel-Hamas di sana. Perang ini dipicu pada tanggal 7 Oktober, ketika penguasa Jalur Gaza, Hamas, memimpin serangan berkekuatan ribuan orang di Israel selatan yang menyebabkan hampir 1.200 orang tewas dan 251 orang lainnya disandera.
Korban bernama Yevgeny Ferder, 50, yang dilaporkan bekerja di Momo's Hostel, berdekatan dengan tempat drone menyerang. Keponakannya mengatakan dia berimigrasi ke Israel sekitar 30 tahun yang lalu, dan pernah bertugas di unit tempur IDF dan cadangan militer.
Magen David Adom juga mengatakan delapan orang dibawa ke rumah sakit setempat, empat di antaranya terluka akibat pecahan peluru atau gelombang kejut akibat ledakan tersebut. Empat lainnya dirawat karena kecemasan akut.
Lokasi kejadian berdekatan dengan beberapa hotel dan Kantor Cabang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv. Militer Israel, hingga Jumat pagi, tidak memiliki informasi intelijen yang menunjukkan bahwa serangan pesawat tak berawak itu ditujukan ke gedung kedutaan.
Pemberontak Yaman yang didukung Iran telah meluncurkan lebih dari 200 drone dan rudal jelajah ke Israel sejak November, menurut militer. Bersamaan dengan serangan drone pada hari Jumat di Tel Aviv, sebuah rudal jelajah juga menyerang dekat Eilat pada bulan Maret.
IDF mengatakan sebagian besar ancaman dihadang oleh pasukan AS dan dalam beberapa kasus oleh jet tempur Israel dan sistem pertahanan udara berbasis darat.
Kelompok Houthi, yang juga mendatangkan malapetaka pada pelayaran Laut Merah, mengatakan tindakan ofensif mereka adalah untuk mendukung warga Palestina di Gaza di tengah perang Israel-Hamas di sana. Perang ini dipicu pada tanggal 7 Oktober, ketika penguasa Jalur Gaza, Hamas, memimpin serangan berkekuatan ribuan orang di Israel selatan yang menyebabkan hampir 1.200 orang tewas dan 251 orang lainnya disandera.
(ahm)
Lihat Juga :