Media Korsel: Kim Jong-un Koma, Adiknya Ambil Alih Kekuasaan
Senin, 24 Agustus 2020 - 07:46 WIB
loading...
A
A
A
“Struktur suksesi lengkap belum terbentuk, jadi Kim Yo-jong dikedepankan karena kekosongan tidak dapat dipertahankan untuk waktu yang lama,” kata Chang.
Mengutip laporan The Guardian akhir pekan lalu, Kim Yo-jong telah diberi kewenangan parsial untuk mengawasi urusan umum kenegaraan dalam sebuah langkah yang dipandang meringankan beban kerja Kim Jong-un.
CNN melaporkan bahwa Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan memberi tahu politisi negara itu bahwa adik perempuan Kim Jong-un sekarang berstatus "de facto second in command" atau secara harfiah bermakna penguasa nomor dua.
Pergeseran kekuasaan juga berarti pejabat tinggi lainnya di Pyongyang akan diberikan otonomi yang lebih besar, sembilan tahun setelah Kim Jong-un mengambil alih kekuasaan. (Baca juga: Militer AS: Kim Jong-un Memiliki 60 Bom Nuklir, Diduga Punya Antraks )
Kantor berita yang dikelola pemerintah Korea Utara, KCNA, sebelumnya melaporkan bahwa Kim Jong-un telah melakukan pertemuan dengan para pemimpin tertinggi negara itu. Pertemuan yang hasilnya sangat dirahasiakan diselenggarakan di tengah kekhawatiran tentang dampak virus corona baru (Covid-19).
Kim Yo-jong telah menunjukkan bahwa dia siap untuk mengambil peran yang lebih besar jika rumor tentang kesehatan kakaknya yang buruk tersebut benar. Dia telah blakblakan di masa lalu, termasuk pada bulan Juli tahun ini, ketika dia secara langsung menantang Amerika Serikat (AS).
Mengutip laporan The Guardian akhir pekan lalu, Kim Yo-jong telah diberi kewenangan parsial untuk mengawasi urusan umum kenegaraan dalam sebuah langkah yang dipandang meringankan beban kerja Kim Jong-un.
CNN melaporkan bahwa Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan memberi tahu politisi negara itu bahwa adik perempuan Kim Jong-un sekarang berstatus "de facto second in command" atau secara harfiah bermakna penguasa nomor dua.
Pergeseran kekuasaan juga berarti pejabat tinggi lainnya di Pyongyang akan diberikan otonomi yang lebih besar, sembilan tahun setelah Kim Jong-un mengambil alih kekuasaan. (Baca juga: Militer AS: Kim Jong-un Memiliki 60 Bom Nuklir, Diduga Punya Antraks )
Kantor berita yang dikelola pemerintah Korea Utara, KCNA, sebelumnya melaporkan bahwa Kim Jong-un telah melakukan pertemuan dengan para pemimpin tertinggi negara itu. Pertemuan yang hasilnya sangat dirahasiakan diselenggarakan di tengah kekhawatiran tentang dampak virus corona baru (Covid-19).
Kim Yo-jong telah menunjukkan bahwa dia siap untuk mengambil peran yang lebih besar jika rumor tentang kesehatan kakaknya yang buruk tersebut benar. Dia telah blakblakan di masa lalu, termasuk pada bulan Juli tahun ini, ketika dia secara langsung menantang Amerika Serikat (AS).
Lihat Juga :