Junta Myanmar Gunakan Bank Thailand untuk Membeli Senjata
Kamis, 18 Juli 2024 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
Militer dituduh terlibat dalam kekejaman sistematis, yang dianggap sebagai disinformasi Barat.
Maris mengatakan Thailand tidak memiliki kebijakan untuk mendukung transaksi perbankan yang melanggar hak asasi manusia dan juga tidak mendukung sanksi ekonomi terhadap negara tersebut.
Baca Juga: 3 Hal Mencurigakan dalam Upaya Penembakan Donald Trump Versi Pakar Senjata Rusia
Laporan yang dibuat oleh Tom Andrews, pelapor khusus PBB mengenai situasi hak asasi manusia di Myanmar, mengatakan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Thailand telah menggunakan bank lokal untuk mentransfer dana untuk senjata dan bahan-bahan terkait untuk Myanmar senilai USD120 juta pada tahun fiskal 2023, dibandingkan dengan USD60 juta pada tahun fiskal 2023 pada tahun sebelumnya.
Transaksi-transaksi ini, katanya, menumpulkan upaya global untuk mengisolasi militer, yang menghadapi salah satu tantangan medan perang terbesar dalam lima dekade kekuasaannya di bekas jajahan Inggris tersebut.
Maris mengatakan Thailand tidak memiliki kebijakan untuk mendukung transaksi perbankan yang melanggar hak asasi manusia dan juga tidak mendukung sanksi ekonomi terhadap negara tersebut.
Baca Juga: 3 Hal Mencurigakan dalam Upaya Penembakan Donald Trump Versi Pakar Senjata Rusia
Laporan yang dibuat oleh Tom Andrews, pelapor khusus PBB mengenai situasi hak asasi manusia di Myanmar, mengatakan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Thailand telah menggunakan bank lokal untuk mentransfer dana untuk senjata dan bahan-bahan terkait untuk Myanmar senilai USD120 juta pada tahun fiskal 2023, dibandingkan dengan USD60 juta pada tahun fiskal 2023 pada tahun sebelumnya.
Transaksi-transaksi ini, katanya, menumpulkan upaya global untuk mengisolasi militer, yang menghadapi salah satu tantangan medan perang terbesar dalam lima dekade kekuasaannya di bekas jajahan Inggris tersebut.
Lihat Juga :