Eks Analis CIA Dituduh Jadi Agen Intelijen Korsel dengan Imbalan Tas Mewah

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:36 WIB
loading...
Eks Analis CIA Dituduh...
Mantan analis CIA Sue Mi Terry didakwa Jaksa AS atas tuduhan bekerja sebagai agen intelijen Korea Selatan dengan imbalan mewah. Foto/Yonhap
A A A
WASHINGTON - Jaksa Amerika Serikat (AS) telah mendakwa mantan analis CIA Sue Mi Terry atas tuduhan bekerja sebagai agen intelijen Korea Selatan (Korsel) dengan imbalan mewah dan hadiah spesial lainnya.

Terry, yang juga mantan pejabat Gedung Putih, dinyatakan gagal mendaftar sebagai agen asing dan mengungkapkan informasi pemerintah AS kepada intelijen Korea Selatan.

Dakwaan setebal 31 halaman terhadap Terry telah diajukan sejak Senin (15/7/2024) di pengadilan federal di New York.

“Atas arahan pejabat Pemerintah ROK [Republik Korea], Terry mendukung posisi kebijakan ROK...mengungkapkan informasi non-publik Pemerintah AS kepada petugas intelijen ROK, dan memfasilitasi akses bagi pejabat Pemerintah ROK ke pejabat Pemerintah AS,” bunyi dakwaan tersebut, merujuk pada Korea Selatan dengan akronim resminya, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (18/7/2024).

Baca Juga: Khianati Kim Jong-un, Diplomat Senior Korut Membelot ke Korsel

Menurut dokumen dakwaan, sebagai imbalan atas jasanya, atasan Terry di Korea Selatan menghadiahkannya tas tangan Louis Vuitton senilai USD3.450, tas tangan Bottega Veneta senilai USD2.950, dan mantel Dolce & Gabbana senilai USD2.845, serta barang-barang mewah lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Mampu Bersaing dengan...
Mampu Bersaing dengan AS, 9 Negara yang Antre Jadi Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved