Eks Analis CIA Dituduh Jadi Agen Intelijen Korsel dengan Imbalan Tas Mewah
Kamis, 18 Juli 2024 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Dia, lanjut dokumen dakwaan, juga dibawa ke beberapa restoran berbintang Michelin dan diberikan pembayaran rahasia sebesar USD37.000 untuk lembaga think tank tempat dia bekerja.
Dakwaan tersebut mencakup gambar kamera keamanan yang menunjukkan Terry bertemu dengan petugas asal Korea Selatan di toko-toko di Washington untuk mendapatkan hadiah tas tangan mewah.
Selain di CIA, Terry, yang merupakan peneliti senior studi Korea di Council on Foreign Relations, juga bekerja di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.
Terry, yang bekerja di pemerintah AS dari tahun 2001 hingga sekitar tahun 2011, diduga memulai pekerjaannya untuk Korea Selatan pada tahun 2013 dan melanjutkannya selama satu dekade meskipun telah diperingatkan pada tahun 2014 oleh agen FBI bahwa intelijen Korea Selatan mungkin mencoba mendekatinya.
Pengacaranya, Lee Wolosky, membantah tuduhan tersebut.
“Tuduhan ini tidak berdasar dan mendistorsi pekerjaan seorang sarjana dan analis berita yang dikenal karena independensinya dan pengabdiannya selama bertahun-tahun kepada Amerika Serikat,” kata Wolosky dalam pernyataan yang dikutip media AS.
Dakwaan tersebut mencakup gambar kamera keamanan yang menunjukkan Terry bertemu dengan petugas asal Korea Selatan di toko-toko di Washington untuk mendapatkan hadiah tas tangan mewah.
Selain di CIA, Terry, yang merupakan peneliti senior studi Korea di Council on Foreign Relations, juga bekerja di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.
Terry, yang bekerja di pemerintah AS dari tahun 2001 hingga sekitar tahun 2011, diduga memulai pekerjaannya untuk Korea Selatan pada tahun 2013 dan melanjutkannya selama satu dekade meskipun telah diperingatkan pada tahun 2014 oleh agen FBI bahwa intelijen Korea Selatan mungkin mencoba mendekatinya.
Pengacaranya, Lee Wolosky, membantah tuduhan tersebut.
“Tuduhan ini tidak berdasar dan mendistorsi pekerjaan seorang sarjana dan analis berita yang dikenal karena independensinya dan pengabdiannya selama bertahun-tahun kepada Amerika Serikat,” kata Wolosky dalam pernyataan yang dikutip media AS.
Lihat Juga :