China dan Rusia Gelar Latihan Perang Bersama di Perairan yang Berbatasan Langsung Indonesia

Rabu, 17 Juli 2024 - 14:50 WIB
loading...
China dan Rusia Gelar...
China dan Rusia menggelar latihan perang di perairan yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Foto/AP
A A A
BEIJING - China dan Rusia telah memulai latihan angkatan laut dengan peluru tajam di Laut China Selatan.

Kedua negara telah memperkuat hubungan militer dan perdagangan dalam beberapa tahun terakhir menyusul sanksi AS terhadap keduanya.

"Upacara pembukaan latihan angkatan laut Rusia-China 'Kerja Sama Maritim - 2024' berlangsung di pelabuhan Zhanjiang China," kata Kementerian Pertahanan Rusia melalui aplikasi pesan Telegram, dilansir Reuters.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, selama manuver laut mereka, awak kapal Armada Pasifik Rusia dan Angkatan Laut PLA akan melakukan latihan pertahanan udara gabungan dan latihan anti-kapal selam dengan melibatkan penerbangan anti-kapal selam angkatan laut PLA.

Kedua negara akan mengerahkan setidaknya tiga kapal masing-masing untuk latihan tiga hari tersebut.

Baca Juga: 5 Negara yang Menerima Bantuan Luar Negeri Terbanyak dari AS, Nomor 2 Anggota ASEAN

Kantor berita Rusia RIA melaporkan pada hari Selasa, mengutip Armada Pasifik Rusia, bahwa Angkatan Laut Rusia dan Angkatan Laut China melakukan penembakan artileri sebagai bagian dari latihan bersama.

Latihan tersebut menyusul selesainya patroli angkatan laut gabungan terpisah di Pasifik utara, yang menurut kementerian pertahanan Rusia sebelumnya melibatkan satu detasemen kapal Armada Pasifik Rusia, termasuk dua korvet, Rezky dan Gromky.

Wang Guangzheng dari Armada Selatan Angkatan Laut PLA mengatakan kepada stasiun televisi negara Cjoma CCTV bahwa: "patroli gabungan China-Rusia telah mendorong kerja sama yang lebih dalam dan praktis antara keduanya di berbagai arah dan bidang."

“Dan secara efektif meningkatkan kemampuan kedua belah pihak untuk bersama-sama menanggapi ancaman keamanan maritim.”

Kapal-kapal yang berpartisipasi berangkat dari pelabuhan angkatan laut di Zhanjiang di provinsi Guangdong, China selatan pada hari Senin, tambah laporan itu, mengutip pernyataan Angkatan Laut PLA.

Laporan tersebut tidak merinci di perairan mana latihan tersebut akan dilakukan.

China mengklaim kendali atas hampir seluruh Laut China Selatan, termasuk Second Thomas Shoal yang disengketakan, tempat Filipina memiliki kapal perang berkarat yang sengaja dikandangkan pada tahun 1999 untuk memperkuat klaim maritimnya dan menjadi penyebab utama pertikaian antara kedua negara baru-baru ini.

Meningkatnya ketegangan telah membuat para pejabat AS mengingatkan Beijing bahwa kewajiban perjanjian pertahanan bersama dengan Filipina sangat ketat.

China dan Rusia mendeklarasikan kemitraan “tanpa batas” pada tahun 2022 ketika Presiden Vladimir Putin mengunjungi Beijing hanya beberapa hari sebelum ia mengirim ribuan tentara ke Ukraina. China masih belum mengutuk invasi tersebut dan telah meningkatkan ekspornya ke Rusia, membantu Moskow menjaga ekonomi perangnya tetap bertahan.

Kemitraan “tanpa batas” menghasilkan perdagangan dua arah mencapai rekor USD240,1 miliar pada tahun 2023, naik 26,3% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, China - AS. perdagangan turun 11,6% tahun lalu menjadi USD664,5 miliar.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
2 Gempa Dahsyat M7,2...
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Rekomendasi
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Berita Terkini
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved