Kesepakatan UEA-Israel Dikhawatirkan Pecah Posisi Arab Soal Palestina

Minggu, 23 Agustus 2020 - 22:40 WIB
loading...
Kesepakatan UEA-Israel...
Ilustrasi
A A A
RAMALLAH - Kesepakatan untuk menormalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel meningkatkan kekhawatiran di Palestina akan celah dalam posisi resmi Arab terkait mereka. Israel dan UEA telah mencapai kesepakatan, yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS), untuk bekerja menuju normalisasi penuh hubungan kedua negara.

Di bawah perjanjian tersebut, Israel telah setuju untuk menangguhkan aneksasi tanah Palestina di Tepi Barat yang diduduki, sementara itu berfokus pada perluasan hubungan dengan negara-negara Arab lainnya.

(Baca: UEA: Beberapa Negara Arab Sedang Melakukan Pembicaraan dengan Israel )

UEA adalah negara Arab ketiga yang menjalin hubungan dengan Israel setelah Mesir, yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada 1979, dan Yordania, yang menandatangani perjanjian serupa pada 1994.

Pejabat dan pengamat Palestina menyatakan keprihatinan mereka bahwa lebih banyak negara Arab akan mengikuti contoh UEA dalam membangun hubungan resmi dengan Israel tanpa menghubungkan mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah Palestina.

Nabil Amr, mantan perwakilan Palestina di Liga Arab, mengatakan tren umum menunjukkan bahwa sejumlah negara Arab dan Islam sedang menuju normalisasi penuh dengan Israel, terlepas dari penyelesaian masalah Palestina.

"Ini akan sangat merugikan Palestina dan perjuangan mereka, dan menghalangi peluang untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif," kata Amr, seperti dilansir Xinhua.

Palestina, jelasnya, prihatin tentang menempatkan hambatan untuk mengadakan pertemuan darurat Arab untuk membahas kesepakatan UEA-Israel.

(Baca: Saudi: Harga untuk Hubungan dengan Israel adalah Negara Palestina )

"Mereka juga prihatin bahwa pertemuan mungkin diadakan pada tingkat rendah, sehingga keputusan tersebut tidak akan mengambil tindakan serius terhadap UEA mengingat fakta bahwa normalisasi hubungan adalah keputusan berdaulat," ucapnya.

Sementara itu, pengamat politik yang berbasis di Ramallah Ahmed Awad menegaskan bahwa kesepakatan UEA-Israel melemahkan posisi Palestina dan mendorong negara lain untuk mencontoh UEA. "Perjanjian itu tidak berguna tanpa menyelesaikan masalah Palestina, UEA ingin melindungi dirinya dari ancaman Iran melalui sekutu dengan Israel," kata Awad.

Dia menambahkan bahwa langkah UEA untuk normalisasi secara sepihak dengan Israel tidak akan menyelesaikan konflik Israel-Palestina, tetapi akan memperumitnya karena negara-negara lain akan menandatangani perjanjian serupa tanpa memperhatikan perjuangan Palestina.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved