Rencana Perang Jerman Melawan Rusia Bocor, Seperti Apa Detailnya?
Minggu, 14 Juli 2024 - 21:30 WIB
loading...
Jerman sudah menyiapkan rencana perang melawan Rusia. Foto/AP
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Jerman telah menyusun rencana darurat untuk potensi konflik militer dengan Rusia. Demikian klaim Der Spiegel dan Bild, setelah melihat dugaan dokumen tersebut.
Rencana tersebut dilaporkan menggambarkan Jerman sebagai negara transit utama bagi pasukan NATO, dengan populasi dan layanan sipilnya diharapkan dapat membantu personel militer asing.
Bulan lalu, pemerintah Jerman secara resmi memperbarui pedoman masa perangnya untuk pertama kalinya sejak tahun 1989, dengan memasukkan langkah-langkah seperti wajib militer dan memaksa produsen untuk memproduksi barang perang.
Dalam laporannya pada hari Jumat, Der Spiegel menuduh bahwa berdasarkan 'Rencana Operasional Jerman' (OPLAN DEU), negara tersebut harus dapat mengatur pemindahan 800.000 tentara NATO dan sekitar 200.000 kendaraan, termasuk tank dan perangkat keras lainnya, dari pelabuhan di Jerman. Belanda dan Belgia di Timur, dalam waktu tiga sampai enam bulan.
Beberapa jalan raya utama seharusnya digunakan untuk tujuan ini, yang berarti jalan tersebut akan ditutup untuk lalu lintas sipil. Komunitas lokal diharapkan untuk menyediakan makanan, perumahan, tempat istirahat, dan bahan bakar bagi personel militer yang lewat, menurut klaim kedua media tersebut.
Rencana tersebut dilaporkan menggambarkan Jerman sebagai negara transit utama bagi pasukan NATO, dengan populasi dan layanan sipilnya diharapkan dapat membantu personel militer asing.
Bulan lalu, pemerintah Jerman secara resmi memperbarui pedoman masa perangnya untuk pertama kalinya sejak tahun 1989, dengan memasukkan langkah-langkah seperti wajib militer dan memaksa produsen untuk memproduksi barang perang.
Dalam laporannya pada hari Jumat, Der Spiegel menuduh bahwa berdasarkan 'Rencana Operasional Jerman' (OPLAN DEU), negara tersebut harus dapat mengatur pemindahan 800.000 tentara NATO dan sekitar 200.000 kendaraan, termasuk tank dan perangkat keras lainnya, dari pelabuhan di Jerman. Belanda dan Belgia di Timur, dalam waktu tiga sampai enam bulan.
Beberapa jalan raya utama seharusnya digunakan untuk tujuan ini, yang berarti jalan tersebut akan ditutup untuk lalu lintas sipil. Komunitas lokal diharapkan untuk menyediakan makanan, perumahan, tempat istirahat, dan bahan bakar bagi personel militer yang lewat, menurut klaim kedua media tersebut.
Lihat Juga :