alexametrics

PBB: Uang Tidak Bisa Selesaikan Masalah Palestina

loading...
PBB: Uang Tidak Bisa Selesaikan Masalah Palestina
Perwakilan Tinggi PBB untuk Aliansi Peradaban, Miguel Angel Moratinos mengatakan, uang saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah Palestina. Foto/Istimewa
A+ A-
RABAT - Perwakilan Tinggi PBB untuk Aliansi Peradaban, Miguel Angel Moratinos mengatakan, uang saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah Palestina. Moratanis menyebut, masalah utama yang harus diselesaikan adalah masalah politik, baru ekonomi dalam konflik Israel-Palestina.

Berbicara di sebuah simposium di sela-sela Festival Budaya Internasional Asilah di Maroko utara, Moratinos menegaskan bahwa konferensi ekonomi internasional yang digagas Amerika Serikat (AS) di Bahrain, tidak terlalu membantu menyelesaikan masalah Palestina.

"Apakah Anda percaya bahwa konferensi ekonomi dapat menyelesaikan masalah Palestina? Ini tidak benar," kata Moratinos dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (25/6).



"Kita harus mengatasi masalah politik dasar terlebih dahulu. Keamanan dan perdamaian tidak dapat dicapai dengan uang," sambungnya.

Sebelumnya, penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner menyayangkan keputusan Palestina untuk tidak terlibat dalam konferensi ekonomi internasional di Bahrain, yang berlangsung hari ini dan besok. Kushner menyebut, Palestina telah melakukan kesalahan dengan memboikot pertemuan tersebut.

“Palestina kehilangan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses perdamaian Timur Tengah dengan memboikot konferensi Bahrain. Ini adalah paket kuat yang telah disatukan. Melawannya alih-alih memeluknya, saya pikir, adalah kesalahan strategis," ungkap Kushner.

Dalam pertemuan di Bahrain terssbut, AS akan menyampaikan rencana "Peace and Prosperity" sebesar USD 50 miliar. Dalam rencana itu, AS mengusulkan dana investasi global untuk Palestina dan negara-negara Arab, serta koridor transportasi senilai USD 5 miliar antara Tepi Barat dan Gaza.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak