Pakar PBB: Kampanye Kelaparan Terarah oleh Israel telah Sebabkan Kelaparan di Seluruh Gaza
Rabu, 10 Juli 2024 - 07:33 WIB
loading...
Warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan yang dimasak oleh badan amal setelah serangan Israel di Rafah, 8 Mei 2024. Foto/REUTERS
A
A
A
NEW YORK - Setelah sembilan bulan blokade hampir total Israel terhadap bantuan kemanusiaan, sepuluh pakar utama PBB pada Selasa (9/7/2024) mengatakan mereka sudah cukup melihat, dengan menyatakan Israel terlibat dalam "kampanye kelaparan terarah" di Gaza.
"Kami menyatakan bahwa kampanye kelaparan terarah yang disengaja oleh Israel terhadap rakyat Palestina adalah bentuk kekerasan genosida dan telah mengakibatkan kelaparan di seluruh Gaza," ujar para pakar.
"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memprioritaskan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui darat dengan cara apa pun yang diperlukan, mengakhiri pengepungan Israel, dan menetapkan gencatan senjata," imbuh mereka.
Michael Fakhri, pelapor khusus tentang hak atas pangan, bersama dengan para ahli lain seperti Francesca Albanese, pelapor khusus tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, dan Paula Gaviria Betancur, pelapor khusus tentang hak asasi manusia bagi para pengungsi internal, mengeluarkan pernyataan tersebut.
Setidaknya 33 anak, sebagian besar di Gaza utara, telah meninggal karena kekurangan gizi sejak perang dimulai pada bulan Oktober, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Kelompok yang terdiri dari sepuluh pakar hak asasi manusia tersebut mengutip kematian tiga anak berusia tiga belas, sembilan, dan enam bulan, akibat kekurangan gizi di Khan Younis dan Deir al-Balah sejak akhir Mei, yang membuat mereka menegaskan bahwa kelaparan kini sedang berlangsung.
"Kami menyatakan bahwa kampanye kelaparan terarah yang disengaja oleh Israel terhadap rakyat Palestina adalah bentuk kekerasan genosida dan telah mengakibatkan kelaparan di seluruh Gaza," ujar para pakar.
"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memprioritaskan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui darat dengan cara apa pun yang diperlukan, mengakhiri pengepungan Israel, dan menetapkan gencatan senjata," imbuh mereka.
Michael Fakhri, pelapor khusus tentang hak atas pangan, bersama dengan para ahli lain seperti Francesca Albanese, pelapor khusus tentang situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, dan Paula Gaviria Betancur, pelapor khusus tentang hak asasi manusia bagi para pengungsi internal, mengeluarkan pernyataan tersebut.
Setidaknya 33 anak, sebagian besar di Gaza utara, telah meninggal karena kekurangan gizi sejak perang dimulai pada bulan Oktober, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Kelompok yang terdiri dari sepuluh pakar hak asasi manusia tersebut mengutip kematian tiga anak berusia tiga belas, sembilan, dan enam bulan, akibat kekurangan gizi di Khan Younis dan Deir al-Balah sejak akhir Mei, yang membuat mereka menegaskan bahwa kelaparan kini sedang berlangsung.
Lihat Juga :