Israel akan Batasi Umat Islam di Masjid Al-Aqsa Jelang Ramadan
Rabu, 26 Februari 2025 - 05:22 WIB
loading...
Pemukim Israel semakin sering menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Foto/tasnim
A
A
A
YERUSALEM - Israel mempertimbangkan memberlakukan serangkaian pembatasan baru di Masjid Al-Aqsa dan area di sekitarnya di Kota Tua Yerusalem menjelang bulan suci Ramadan.
Menurut penyiar Israel Channel 12, Kementerian Pertahanan Israel telah mengadakan sejumlah pembicaraan mengenai rencana keamanan untuk area tersebut dengan badan intelijen Israel Shin Bet, kepolisian, otoritas penjara, dan tentara.
Pembatasan tersebut hanya akan mengizinkan beberapa ribu orang untuk memasuki masjid, tempat yang biasanya sangat ramai selama musim puasa.
Selain itu, hanya kelompok usia tertentu, termasuk pria berusia di atas 55 tahun, wanita berusia di atas 50 tahun, dan anak-anak berusia 12 tahun ke bawah, yang akan diizinkan masuk.
Sementara itu, salat Jumat bersama akan menerima hingga 10.000 orang, dengan mereka yang ingin hadir harus mengajukan permintaan terlebih dahulu.
Channel 12 melaporkan garis besar rencana ini, bersama dengan keputusan lainnya, akan diajukan dalam beberapa hari mendatang untuk dipertimbangkan.
Salah satu sumber mengatakan kepada saluran berita tersebut bahwa "volatilitas liburan Ramadan" akan bergantung pada situasi di Gaza.
Menurut penyiar Israel Channel 12, Kementerian Pertahanan Israel telah mengadakan sejumlah pembicaraan mengenai rencana keamanan untuk area tersebut dengan badan intelijen Israel Shin Bet, kepolisian, otoritas penjara, dan tentara.
Pembatasan tersebut hanya akan mengizinkan beberapa ribu orang untuk memasuki masjid, tempat yang biasanya sangat ramai selama musim puasa.
Selain itu, hanya kelompok usia tertentu, termasuk pria berusia di atas 55 tahun, wanita berusia di atas 50 tahun, dan anak-anak berusia 12 tahun ke bawah, yang akan diizinkan masuk.
Sementara itu, salat Jumat bersama akan menerima hingga 10.000 orang, dengan mereka yang ingin hadir harus mengajukan permintaan terlebih dahulu.
Channel 12 melaporkan garis besar rencana ini, bersama dengan keputusan lainnya, akan diajukan dalam beberapa hari mendatang untuk dipertimbangkan.
Salah satu sumber mengatakan kepada saluran berita tersebut bahwa "volatilitas liburan Ramadan" akan bergantung pada situasi di Gaza.
Lihat Juga :