Netanyahu Dianggap Sabotase Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Selasa, 09 Juli 2024 - 19:30 WIB
loading...
Netanyahu Dianggap Sabotase...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dituduh berusaha menyabotase perundingan gencatan senjata di Gaza yang sedang berlangsung dengan mengeluarkan serangkaian tuntutan baru yang “tidak dapat dinegosiasikan”.

Netanyahu menerbitkan lima garis merahnya pada Minggu malam (7/7/2024) menjelang pembicaraan tidak langsung yang penting dengan kelompok Palestina Hamas melalui mediator yang akan berlangsung di Doha akhir pekan ini.

Dia mengatakan kesepakatan apa pun harus memungkinkan Israel untuk kembali berperang sampai semua “tujuan” perang tercapai, beberapa di antaranya dianggap tidak dapat dicapai oleh militer Israel.

Hamas telah mencari jaminan bahwa jeda awal pada akhirnya akan mengakhiri perang secara permanen.

Kedua, kesepakatan harus membuat penyelundupan senjata ke Hamas melalui Mesir tidak mungkin dilakukan, ujar Netanyahu.

Klausul ini sebelumnya bukan bagian dari kerangka gencatan senjata yang disepakati secara luas dan didukung oleh Amerika Serikat (AS) dan Dewan Keamanan PBB.

Tuntutan ketiganya adalah memastikan kembalinya “ribuan pejuang bersenjata” di Gaza tidak mungkin dilakukan.

Proposal gencatan senjata Israel sebelumnya menunjukkan Israel menyetujui penarikan bertahap dari Gaza dan mengizinkan kembalinya para pengungsi tanpa syarat ke Gaza utara.

Keempat, Netanyahu mengatakan Israel akan “memaksimalkan jumlah sandera yang masih hidup yang dikembalikan dari tahanan Hamas”.

Terakhir, dia mengatakan garis besar kesepakatan yang disetujui Israel dan didukung Presiden AS Joe Biden, mengizinkan pembebasan tawanan Israel tanpa “merugikan tujuan perang lainnya”.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama di Yunani
Netanyahu Ungkap Militer...
Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
4 Negara Mayoritas Islam...
4 Negara Mayoritas Islam Rayakan Lebaran dalam Kondisi Berperang, dari Palestina hingga Suriah
Netanyahu Batal Tunjuk...
Netanyahu Batal Tunjuk Eli Sharafit Jadi Bos Baru Shin Bet karena Kritik Trump
Warga Gaza Gelar Salat...
Warga Gaza Gelar Salat Idulfitri di Atas Reruntuhan Masjid di Tengah Serangan Israel
Israel Kembali Bom Beirut,...
Israel Kembali Bom Beirut, 4 Orang Tewas
Netanyahu Tunjuk Eks...
Netanyahu Tunjuk Eks Komandan Angkatan Laut sebagai Bos Baru Shin Bet
Selamatkan Puluhan Warga...
Selamatkan Puluhan Warga Korsel dari Kebakaran Hutan, WNI Bisa Dapat Visa Jangka Panjang
Ngeri! Remaja Singapura...
Ngeri! Remaja Singapura Rencanakan Pembunuhan 100 Muslim di 5 Masjid saat Salat Jumat
Rekomendasi
Ruben Onsu Sudah Hafal...
Ruben Onsu Sudah Hafal Surat Pendek dan Lancar Salat usai Mualaf
Diskon Tarif Tol 20%...
Diskon Tarif Tol 20% Mulai Berlaku Kamis 3 April 2025, Catat Sampai Kapan!
Live di iNews! Garuda...
Live di iNews! Garuda Muda Siap Hadapi Korea Selatan, Afghanistan, dan Yaman di Piala Asia U-17 2025 
Berita Terkini
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
22 menit yang lalu
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama di Yunani
1 jam yang lalu
Netanyahu Ungkap Militer...
Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
2 jam yang lalu
10 Negara Terkecil di...
10 Negara Terkecil di Dunia, Mayoritas Luasnya Lebih Kecil Dibandingkan Ukuran New York
10 jam yang lalu
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
12 jam yang lalu
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran, AS Tak Bisa Berbuat Banyak
12 jam yang lalu
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved