AS Ingin Kerahkan Rudal Jarak Menengah ke Asia, China: Provokasi Terang-terangan!

Minggu, 23 Agustus 2020 - 11:28 WIB
loading...
A A A
Di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara adidaya tersebut, Zhao menyampaikan peringatan keras Beijing pada Washington. "Jika AS bertekad untuk mengambil jalan yang salah, China terpaksa mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk secara tegas melindungi kepentingan keamanannya," ujarnya.

"Kami juga menyerukan kepada negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk sadar akan niat sebenarnya di balik dan konsekuensi parah dari langkah AS, dan menahan diri untuk tidak bertindak sebagai pion bagi AS," paparnya.

Berbicara kepada surat kabar Jepang, Nikkei, pekan lalu, Billingslea mengatakan AS akan berbicara dengan sekutu Asia tentang penyebaran rudal yang sekarang sedang dikembangkan untuk melawan apa yang disebutnya "ancaman langsung" yang ditimbulkan oleh persenjataan nuklir China.

"Washington terlibat dalam pembicaraan dengan teman-teman dan sekutu kami di Asia mengenai ancaman langsung yang ditimbulkan oleh pembangunan (senjata) nuklir China, tidak hanya untuk Amerika Serikat tetapi juga untuk mereka, dan jenis kemampuan yang kami perlukan untuk mempertahankan aliansi di masa depan," katanya. (Baca: Guam Target Empuk Rudal Jelajah China, Ini Cara AS Melindunginya )

Secara khusus dia menyatakan rudal jelajah jarak menengah non-nuklir yang diluncurkan dari darat, yang saat ini sedang dikembangkan di AS, dibutuhkan oleh negara-negara seperti Jepang di masa depan.

Rudal yang dimaksud memiliki jangkauan maksimum lebih dari 620 mil, yang berarti untuk digunakan secara efektif melawan China jika dikerahkan di Asia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved