4 Tentara Ukraina Menyeberangi Sungai untuk Menyerahkan Diri kepada Rusia, Ini Motivasinya
Senin, 08 Juli 2024 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, total 32 prajurit Ukraina menyerah hanya dalam satu minggu, antara tanggal 29 Juni dan 5 Juli. Namun Kementerian tidak mengomentari kasus penyeberangan sungai tersebut.
Yan Gagin, ajudan kepala Republik Rakyat Donetsk, juga mengatakan kepada media Rusia bahwa tentara Ukraina berbondong-bondong menyerah baru-baru ini.
Baca Juga: Jika Ingin Menang Melawan Rusia, NATO Butuh 35-50 Brigade Baru
Ini bukan pertama kalinya tentara Ukraina menyeberangi Dnieper dalam upaya menyerah kepada Rusia. Pada awal Juni, seorang prajurit lainnya juga menggunakan rakit darurat yang terbuat dari botol plastik untuk menyeberangi sungai dan meletakkan senjata.
Pria tersebut menjelaskan bahwa dia memilih untuk menyerah karena komando Ukraina berencana mengerahkan brigade ke wilayah timur laut Kharkov, tempat pasukan Rusia melancarkan serangan sejak awal Mei, demikian yang dilaporkan RIA pada saat itu.
Berita ini muncul ketika Kiev sedang berjuang untuk menutupi kerugian besar yang dideritanya dalam pertempuran dengan Rusia. Diumumkan oleh Ukraina tak lama setelah dimulainya konflik, kampanye mobilisasi besar-besaran telah dirusak oleh meluasnya penghindaran wajib militer dan korupsi, serta upaya untuk meninggalkan negara tersebut.
Yan Gagin, ajudan kepala Republik Rakyat Donetsk, juga mengatakan kepada media Rusia bahwa tentara Ukraina berbondong-bondong menyerah baru-baru ini.
Baca Juga: Jika Ingin Menang Melawan Rusia, NATO Butuh 35-50 Brigade Baru
Ini bukan pertama kalinya tentara Ukraina menyeberangi Dnieper dalam upaya menyerah kepada Rusia. Pada awal Juni, seorang prajurit lainnya juga menggunakan rakit darurat yang terbuat dari botol plastik untuk menyeberangi sungai dan meletakkan senjata.
Pria tersebut menjelaskan bahwa dia memilih untuk menyerah karena komando Ukraina berencana mengerahkan brigade ke wilayah timur laut Kharkov, tempat pasukan Rusia melancarkan serangan sejak awal Mei, demikian yang dilaporkan RIA pada saat itu.
Berita ini muncul ketika Kiev sedang berjuang untuk menutupi kerugian besar yang dideritanya dalam pertempuran dengan Rusia. Diumumkan oleh Ukraina tak lama setelah dimulainya konflik, kampanye mobilisasi besar-besaran telah dirusak oleh meluasnya penghindaran wajib militer dan korupsi, serta upaya untuk meninggalkan negara tersebut.
Lihat Juga :