Jika Ingin Menang Melawan Rusia, NATO Butuh 35-50 Brigade Baru

Senin, 08 Juli 2024 - 14:40 WIB
loading...
Jika Ingin Menang Melawan...
Tentara NATO butuh puluhan brigade baru. Foto/AP
A A A
MOSKOW - NATO akan membutuhkan antara 35 dan 50 brigade tambahan untuk sepenuhnya merealisasikan rencana barunya dalam mempertahankan diri dari serangan Rusia.

Sumber militer yang tidak bersedia disebutkan namanya, menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang rencana tersebut, yang dirahasiakan. Sebuah brigade terdiri dari antara 3.000 dan 7.000 tentara, sehingga menghasilkan 35 hingga 50 unit lagi akan menghadirkan tantangan yang signifikan.

Sebuah tanda lain dari besarnya tantangan NATO ketika mereka mengubah sikapnya untuk menanggapi ancaman serangan Rusia dengan lebih serius setelah invasi ke Ukraina pada tahun 2022, sumber keamanan mengatakan Jerman sendiri harus meningkatkan kapasitas pertahanan udaranya sebanyak empat kali lipat.

Pada pertemuan puncak di Vilnius tahun lalu, para pemimpin NATO menyepakati rencana pertahanan besar pertama aliansi tersebut dalam lebih dari tiga dekade, dan para pejabat telah berupaya menerjemahkan dokumen-dokumen tersebut menjadi tuntutan militer yang konkrit sejak saat itu.

Para pemimpin NATO diperkirakan akan mendapatkan informasi terkini mengenai rencana tersebut di Washington minggu ini, pada pertemuan puncak yang memperingati 75 tahun aliansi keamanan transatlantik tersebut.

Ketika dimintai komentar, seorang pejabat NATO mengatakan perencana militer aliansi tersebut telah mengidentifikasi “persyaratan rinci untuk pasukan dan senjata yang diperlukan untuk mempertahankan aliansi”.

“Pertahanan udara dan rudal, senjata jarak jauh, logistik serta formasi manuver darat yang besar merupakan prioritas utama kami,” tambah pejabat itu, dilansir Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
19 Orang Tewas dalam...
19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba
Rekomendasi
Stres Jadi Salah Satu...
Stres Jadi Salah Satu Pemicu GERD Kambuh, Ini Cara Mengelolanya
Ganggu Messi, FIFA Selidiki...
Ganggu Messi, FIFA Selidiki Dugaan Rasisme IShowSpeed di Piala Dunia 2026
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Berita Terkini
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Infografis
3 Keuntungan Rusia Jika...
3 Keuntungan Rusia Jika Perang Melawan Ukraina Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved