Musuhan dengan China, Filipina Teken Pakta Pertahanan dengan Jepang

Senin, 08 Juli 2024 - 10:49 WIB
loading...
A A A
Pembentukan pakta pertahanan ini menyusul meningkatnya konfrontasi di laut antara kapal China dan Filipina ketika Beijing meningkatkan upayanya untuk memaksakan klaimnya atas hampir seluruh wilayah Laut China Selatan.

Insiden yang paling serius terjadi pada 17 Juni ketika personel Coast Guard China yang menggunakan pisau, tongkat, dan kapak mengepung dan menaiki tiga kapal Angkatan Laut Filipina selama misi pasokan ke Second Thomas Shoal di Kepulauan Spratly.

Seorang pelaut Filipina kehilangan jempolnya dalam bentrokan tersebut.

Tokyo dan Beijing juga berselisih mengenai pulau-pulau sengketa yang dikuasai Jepang di Laut China Timur.

"RAA penting karena akan memungkinkan Filipina meningkatkan interoperabilitas dengan mitra yang berpikiran sama,” kata analis geopolitik yang berbasis di Manila, Don McLain Gill.

“Ini juga akan melengkapi apa yang kami coba lakukan dalam hal meningkatkan kemitraan keamanan kami dalam jaringan dan juru bicara Amerika Serikat (AS).”

Washington telah memperkuat jaringan aliansinya di kawasan Asia-Pasifik untuk melawan kekuatan dan pengaruh militer China yang semakin besar, yang menurut para pejabat China merupakan upaya AS untuk menciptakan “NATO” di wilayah tersebut.

Para pemimpin dari Jepang, Filipina dan Amerika Serikat telah mengadakan pertemuan puncak trilateral pertama mereka pada bulan April yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan pertahanan di Washington.

Pertemuan ini diadakan setelah latihan militer empat arah yang melibatkan Australia di Laut China Selatan, yang membuat marah Beijing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Banjir Hancurkan Peternakan,...
Banjir Hancurkan Peternakan, Lepaskan Hampir 900 Ular Termasuk Kobra ke Permukiman
Makkah Bakal Gelap Gulita...
Makkah Bakal Gelap Gulita di Tanggal Ini, Ada Gerhana Matahari Total!
Rekomendasi
Alumni KPK Masuk Tim...
Alumni KPK Masuk Tim Khusus Usut Kasus Febrie Adriansyah, Budi Prasetyo: Progres yang Positif
Sikapi Sidang Praperadilan...
Sikapi Sidang Praperadilan Roy Suryo, Rismon: Dugaan Rekayasa Digital Bisa Dibuktikan Tanpa Saksi Mata
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
Berita Terkini
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved