Pandangan Capres AS dalam Pemilu 2024 tentang Konflik Palestina dan Israel

Jum'at, 05 Juli 2024 - 17:30 WIB
loading...
Pandangan Capres AS...
Joe Biden dan Donald Trump mengikuti debat pemilu presiden AS. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Perang Israel-Hamas telah mendorong Israel dan Palestina kembali ke garis depan kebijakan Amerika Serikat (AS). Isu itu pun memecah belah para pemilih dan calon presiden (capres) dalam pemilu presiden 2024.

Baik Presiden AS Joe Biden maupun mantan Presiden Donald Trump menyatakan dukungan dasar untuk Israel, tetapi mereka berbeda secara signifikan dalam solusi dua negara, permukiman, dan pertanyaan-pertanyaan penting lainnya.

Berikut perbandingan posisi dan rekam jejak mereka:

1. Israel


Biden secara umum melanjutkan apa yang selama beberapa dekade telah menjadi pendekatan bipartisan terhadap Israel: dukungan yang kuat tetapi selalu dengan berbagai tingkat keterlibatan dan bantuan untuk Palestina.

Presiden Biden telah menggunakan kekuatan AS pada beberapa kesempatan untuk mencoba memengaruhi perilaku Israel, seperti dalam pelaksanaan perang saat ini atau dalam menolak perubahan kontroversial pada peradilan Israel, yang oleh banyak orang dianggap tidak demokratis.

Dia belum bertindak sejauh Presiden Barack Obama, misalnya, yang bersikeras agar Israel menghentikan pembangunan permukiman di wilayah yang diklaim Palestina.

Namun, ketika keadaan semakin mendesak, Biden berpihak pada Israel, menolak menahan bantuan militer secara signifikan dan memveto langkah-langkah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ditentang oleh Israel, termasuk yang baru-baru ini dilakukan untuk secara resmi mengakui negara Palestina.

Meski begitu, Biden seperti kebanyakan pemimpin AS sebelumnya, telah berupaya untuk menjaga keseimbangan dan dukungan bagi Palestina serta menghadirkan Amerika Serikat sebagai mediator potensial dalam konflik Israel-Palestina.

Sebaliknya, Trump adalah kepala eksekutif AS pertama yang memberikan dukungan hampir mutlak dan tanpa syarat kepada Israel.

Trump telah memberikan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu semua yang dimintanya dan bahkan lebih.

Trump memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke ibu kota yang disengketakan, Yerusalem, negara besar pertama yang melakukannya.

Dia juga mendukung kendali Israel atas Dataran Tinggi Golan, dataran tinggi subur yang disengketakan yang direbut Israel dari Suriah dalam perang Timur Tengah 1967.

Trump melakukannya tanpa konsesi dari Israel. Trump sangat populer di kalangan warga Israel sayap kanan sehingga Netanyahu memanfaatkannya saat dia berkampanye untuk pemilihan ulang, menghiasi kota-kota di Israel dengan poster-poster besar yang memperlihatkan Trump dan Netanyahu bersama.

Satu permukiman Yahudi di Tepi Barat menamakan dirinya sendiri dengan nama Trump.

Pendekatan sepihak Trump membuatnya dipuji beberapa pendukung pro-Israel, tetapi para kritikus mengatakan dia juga mengorbankan pengaruh AS yang berharga dalam menegosiasikan perdamaian yang lebih luas di wilayah tersebut.

2. Perang Israel-Hamas


Biden menyuarakan dukungan AS untuk Israel dan haknya untuk membela diri setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan hampir 1.200 warga Israel dan lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Gelombang Panas Nyaris...
Gelombang Panas Nyaris 40 Deajat Celsius, Jalanan Kota New York Meleleh
Rekomendasi
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Sinopsis, Pemain, dan...
Sinopsis, Pemain, dan Link Nonton Wedding Agreement di VISION+
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved