alexametrics

Pasukan Sudan Serbu Kamp Demonstran, Sembilan Orang Tewas

loading...
Pasukan Sudan Serbu Kamp Demonstran, Sembilan Orang Tewas
Situasi di Khartoum memanas setelah pasukan keamanan Sudan menyerbu kamp demonstran, Senin (3/6/2019). Foto/REUTERS
A+ A-
KHARTOUM - Pasukan keamanan Sudan menyerbu sebuah kamp demonstran ibu kota negara tersebut, Khartoum, pada Senin (3/6/2019) pagi. Laporan awal dari tim medis menyatakan sembilan orang tewas.

Insiden ini merupakan kekerasan terburuk sejak penggulingan Presiden Omar al-Bashir pada April lalu.

Rekaman video al-Hadath dan stasiun televisi Jazeera menunjukkan adegan kacau ketika orang-orang melarikan diri melalui jalan-jalan saat semburan tembakan terus-menerus berderak di udara. Orang-orang bergegas membawa orang-orang yang terkena tembakan.



Kelompok demonstran menuduh dewan militer yang berkuasa berusaha membubarkan kamp. Mereka ​​menyebut tindakan itu sebagai pembantaian.

Namun, dewan militer mengatakan pasukan keamanan telah menargetkan para penjahat di area yang berdekatan.

Dewan Militer Transisi (TMC) telah menawarkan opsi untuk membiarkan para pengunjuk rasa membentuk pemerintahan, tetapi TMC bersikeras mempertahankan otoritas keseluruhan selama periode transisi ini. Para demonstran menginginkan warga sipil menjalankan masa transisi dan memimpin 40 juta rakyat Sudan menuju demokrasi.

Ribuan pria dan wanita muda bergantian berkemah di luar Kementerian Pertahanan. Kementerian itu menjadi titik fokus protes anti-pemerintah yang dimulai pada bulan Desember.

Komite medis oposisi mengatakan sembilan orang telah tewas dalam kekerasan hari Senin.

"Para pengunjuk rasa yang duduk di depan komando umum militer menghadapi pembantaian dalam upaya berbahaya untuk membubarkan protes," kata kelompok demonstran dalam sebuah pernyataan.

Mereka mendesak rakyat Sudan untuk datang membantu mereka.

Juru bicara dewan militer, Letnan Jenderal Syams El Din Kabbashi, mengatakan serangan itu menargetkan para penjahat dan bahwa para pengunjuk rasa aman.

"Kamp protes belum dibubarkan," kata Kabbashi, seperti dikutip Reuters. "Pasukan keamanan berusaha untuk membubarkan unsur-unsur (penjahat) di area Columbia, dekat lokasi protes, dan beberapa elemen ini melarikan diri ke lokasi protes dan menyebabkan kekacauan."

Kabbashi menambahkan, dewan militer masih berkomitmen untuk penyelesaian politik dan siap untuk melanjutkan pembicaraan tentang transisi sipil sesegera mungkin.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak