Vladimir Putin Umumkan Rusia Bersiap Produksi Rudal Terlarang

Jum'at, 05 Juli 2024 - 08:56 WIB
loading...
Vladimir Putin Umumkan...
Presiden Vladimir Putin umumkan Rusia bersiap untuk memproduksi rudal yang sebelumnya dilarang oleh Perjanjian INF. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis mengumumkan bahwa industri pertahanan negaranya bersiap untuk mulai memproduksi rudal jarak menengah dan jarak pendek yang dilarang berdasarkan perjanjian dengan Amerika Serikat (AS).

Menurut Putin, perjanjian tersebut; Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty, sekarang sudah tidak berlaku lagi.

Perjanjian INF era Perang Dingin telah melarang produksi dan pengerahan sistem rudal-rudal tersebut, tetapi AS telah menarik diri dari perjanjian itu pada tahun 2019.

Moskow sebelumnya memilih untuk mempertahankan larangan tersebut selama Washington juga mematuhinya.

“Seperti yang saya katakan, sehubungan dengan penarikan AS dari perjanjian ini dan pengumuman bahwa mereka akan memulai produksi, kami juga menganggap diri kami berhak untuk memulai penelitian, pengembangan, dan di masa depan, produksi,” kata Putin dalam konferensi pers setelah KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Astana, Kazakhstan.

Baca Juga: Tepis Klaim Putin, Denmark Nyatakan Tak Tampung Rudal Jarak Menengah AS

“Kami sedang melakukan R&D (peneletian dan pengembangan) ini, dan kami siap memulai produksi. Pada prinsipnya, kami telah memberikan instruksi yang relevan kepada industri kami,” papar Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (5/7/2024).

Putin menyebutkan dalam pertemuan Dewan Keamanan Nasional di Moskow pekan lalu tentang kemungkinan bahwa Rusia akan melanjutkan produksi sistem rudal yang sebelumnya dilarang, dengan alasan “tindakan permusuhan” AS.

“Kita sekarang tahu bahwa AS tidak hanya memproduksi sistem rudal ini, namun juga membawanya ke Eropa, Denmark, untuk digunakan dalam latihan. Belum lama ini dikabarkan mereka berada di Filipina,” kata Putin saat itu.

Menurutnya, tindakan Washington membuat Moskow tidak punya pilihan selain menghidupkan kembali program rudal jarak menengah dan jarak pendeknya."Program tersebut akan dikerahkan berdasarkan situasi aktual, jika diperlukan," katanya.

Perjanjian INF tahun 1987 telah melarang AS dan Uni Soviet memproduksi dan menggunakan rudal balistik dan jelajah berbasis darat—serta peluncur masing-masing—dengan jangkauan 500 hingga 5.500 km (310 hingga 3.420 mil).

Perjanjian tersebut tidak memengaruhi sistem berbasis udara atau laut dengan jangkauan yang sama. Hal ini membantu menurunkan ketegangan mengenai penyebaran senjata nuklir di Eropa.

Rusia sebagai penerus Uni Soviet tetap mematuhi perjanjian tersebut, sekaligus meningkatkan kekhawatiran bahwa instalasi AS di Eropa Timur—yang seolah-olah dirancang sebagai pertahanan rudal—melanggar perjanjian tersebut karena peluncur mereka juga mampu mengerahkan amunisi serangan darat.

Pada tahun 2019, Washington menarik diri dari perjanjian tersebut, menuduh Moskow telah melanggarnya tanpa memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved