Karier Politik Saeed Jalili, Capres Ultrakonservatif Iran yang Maju ke Putaran Kedua

Senin, 01 Juli 2024 - 16:45 WIB
loading...
A A A
Selanjutnya, Jalili membentuk “pemerintahan bayangan” bersama kelompok garis keras lain yang memiliki koneksi dengan Khamenei dan IRGC.

Menjelang pemilihan presiden tahun 2017, Jalili menolak menolak menjadi kandidat dengan alasan perlunya faksi garis keras melakukan konsolidasi di belakang Raisi.

Selama masa jabatan kedua Presiden Rouhani, pengaruh “pemerintahan bayangan” semakin meluas. Menjelang akhir masa jabatan kedua Rouhani, Jalili mengokohkan posisinya sebagai salah satu pendukung garis keras Khamenei yang ditunjukkan dengan kesetiaan ideologis yang kuat.

Berdasarkan profilnya yang sudah dibangun, Jalili kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan 2021.

Namun, ia dan kandidat garis keras lainnya mengundurkan diri untuk mendukung Raisi sebelum pemungutan suara karena arahan Khamenei dan IRGC.

Setelah kemenangan Raisi, Jalili tetap menjadi kekuatan penting dalam pemerintahan baru. Terbaru, insiden kematian Raisi yang tak terduga memberi Jalili kesempatan mengamankan kursi kepresidenan.

Setelah mendaftar dan mengklaim dukungan Khamenei, Jalili berhasil masuk putaran kedua Pilpres Iran 2024. Ia nantinya akan beradu dengan capres reformis Masoud Pezeshkian.

Itulah sedikit ulasan mengenai karier politik Saeed Jalili, capres ultra konservatif Iran yang masuk putaran kedua.

Baca juga: PM Mikati Nyatakan Lebanon dalam Keadaan Perang karena Konflik Israel-Hizbullah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Berita Terkini
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved