Kenapa Muslim di Siprus Minoritas? Ini Penjelasannya
Kamis, 27 Juni 2024 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip laman Muslim Go Travel, Ottoman menaklukkan Siprus sekitar abad ke-16. Setelah itu, mereka membangun Masjid dan Madrasah (lembaga pendidikan) untuk melayani banyak Muslim Turki yang mulai berdatangan dari Turki Selatan.
Penduduk asli yang berstatus umat Kristen Siprus Yunani menyambut baik kedatangan mereka. Selama beberapa waktu ke depan, keduanya pun hidup berdampingan dalam harmoni.
Singkatnya, Ottoman memerintah Siprus dari tahun 1571-1878. Periode tersebut memberi mereka waktu untuk meninggalkan populasi Muslim dalam jumlah besar yang bahkan disebutkan setara dengan seperlima dari seluruh populasi.
Sejarah kembali berubah setelah Inggris datang. Mereka mulai mendorong etnis Yunani Nasrani agar bermigrasi ke Siprus demi mengubahnya menjadi semenanjung yang mayoritasnya non-Muslim.
Setelahnya, jumlah pemeluk Kristen di Siprus yang berasal dari luar semakin meningkat, sementara penduduk Muslim cenderung berkurang. Pasca intervensi Turki secara militer pada 1974, semenanjung terbagi menjadi dua bagian.
Penduduk asli yang berstatus umat Kristen Siprus Yunani menyambut baik kedatangan mereka. Selama beberapa waktu ke depan, keduanya pun hidup berdampingan dalam harmoni.
Singkatnya, Ottoman memerintah Siprus dari tahun 1571-1878. Periode tersebut memberi mereka waktu untuk meninggalkan populasi Muslim dalam jumlah besar yang bahkan disebutkan setara dengan seperlima dari seluruh populasi.
Sejarah kembali berubah setelah Inggris datang. Mereka mulai mendorong etnis Yunani Nasrani agar bermigrasi ke Siprus demi mengubahnya menjadi semenanjung yang mayoritasnya non-Muslim.
Setelahnya, jumlah pemeluk Kristen di Siprus yang berasal dari luar semakin meningkat, sementara penduduk Muslim cenderung berkurang. Pasca intervensi Turki secara militer pada 1974, semenanjung terbagi menjadi dua bagian.
Lihat Juga :