Produksi Opium Afghanistan Menurun, PBB Justru Ingatkan Peningkatan Kematian Akibatkan Overdosis

Rabu, 26 Juni 2024 - 15:10 WIB
loading...
A A A
Meskipun dilaporkan bahwa “tidak ada kekurangan nyata” di pasar tujuan utama opiat Afghanistan seperti Eropa, Timur Tengah, dan Asia Selatan hingga awal tahun 2024, hal itu dapat berubah jika panen di masa depan tetap kecil, tambahnya.

“Permintaan terhadap layanan pengobatan opiat, termasuk metadon, buprenorfin, dan pengobatan morfin pelepasan lambat, mungkin meningkat, namun jika layanan ini tidak mencukupi, pengguna heroin dapat beralih ke opioid lain,” kata laporan tersebut, yang menguraikan potensi dampak dari pengurangan opiat. memasok.

Baca Juga: 5 Fakta Bencana Banjir Bandang Afghanistan, Ratusan Orang Jadi Korban Jiwa

“Peralihan seperti itu dapat menimbulkan risiko yang signifikan terhadap kesehatan dan menyebabkan peningkatan overdosis, terutama jika opioid alternatif mengandung zat yang sangat kuat seperti analog fentanil atau nitazene yang telah muncul di beberapa negara Eropa dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya.

Kematian akibat overdosis nitazene, sejenis opioid sintetik yang lebih kuat daripada fentanil, telah dilaporkan di Irlandia, Inggris, Estonia dan Latvia, kata kepala penelitian UNODC Angela Me kepada wartawan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Eksepsi/Perlawanan Dokter...
Eksepsi/Perlawanan Dokter Tifa Dikabulkan Hakim: Bagaimana Nasib Perkara Ijazah Jokowi?
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Berita Terkini
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved