Apa Itu Greater Israel? Ideologi Zionis yang Ingin Meluaskan Kekuasaan hingga Makkah dan Madinah

Senin, 24 Juni 2024 - 22:22 WIB
loading...
A A A
Pada awal 2024, sebuah klip video yang beredar di media sosial memperlihatkan penulis Israel Avi Lipkin memperkirakan bahwa perbatasan Israel akan terbentang “dari Lebanon hingga Arab Saudi,” yang ia gambarkan sebagai “Gurun Besar,” dan “dari Mediterania hingga Efrat.”

“Dan siapa yang ada di seberang Sungai Eufrat?” tanya Lipkin. “Kurdi dan Kurdi adalah teman. Jadi, kita punya Mediterania di belakang kita dan Kurdi di depan kita… Lebanon, yang benar-benar membutuhkan payung perlindungan Israel, dan kemudian kita akan mengambil alih, saya yakin kita akan mengambil Makkah, Madinah dan Gunung Sinai, dan sucikan tempat-tempat itu.”

Hal ini, kata salah satu komentator X, telah menjadi tujuan politik Zionisme sejak awal. Selain itu, “Setelah Gaza dan Hizbullah,” kata yang lain, “tidak akan sulit bagi Israel. Arab Saudi, Mesir, Suriah, Lebanon, dan Yordania tidak akan menimbulkan kesulitan karena Israel dapat dengan mudah menggulingkan rezim di negara-negara tersebut, dan menguasai tanah mereka akan mudah setelah menyebarkan budaya normalisasi dan penerimaan terhadap Israel. Tidak ada yang akan melawan Israel seperti Gaza dan Hizbullah yang menolaknya.”

3. Ideologi Supremasi Etnis Yahudi

Sementara yang lain melihatnya sebagai ideologi berbahaya yang berpusat pada supremasi etnis dan marginalisasi penduduk asli Palestina. Mereka menganggapnya sebagai ancaman terhadap prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan dan hak asasi manusia dan – secara default – merupakan hambatan bagi perdamaian.

Rencana Zionis di Timur Tengah, kata jurnalis Israel Oded Yinon, didasarkan pada visi pendiri Zionisme yang atheis, Theodor Herzl, yaitu Israel akan mencaplok sebagian besar wilayah Lebanon, Suriah, Yordania, Irak, Mesir, dan Arab Saudi, dan akan membentuk sejumlah negara proksi untuk memastikan dominasinya di kawasan.

Baca Juga: 5 Perbedaan Hamas dan Hizbullah, dari Ideologi hingga Tujuan Perjuangan

4. Jalan untuk Perluasan Pemukiman Yahudi

Apa Itu Greater Israel? Ideologi Zionis yang Ingin Meluaskan Kekuasaan hingga Makkah dan Madinah

Foto/jagranjosh

Di mata banyak warga Palestina, gagasan Greater Israel kini menjadi kenyataan.

Salah satu faktor utama yang membuka jalan bagi Greater Israel adalah perluasan pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki. Pemukiman adalah ilegal menurut hukum internasional – sesuai dengan Resolusi 242, 338, 446 Dewan Keamanan PBB dan yang terbaru, Resolusi DK PBB 2334 – yang diadopsi pada tahun 2016 – yang dengan jelas menyatakan bahwa aktivitas pemukiman Israel merupakan 'pelanggaran terang-terangan' terhadap hukum internasional.

Melansir Middle East Monitor, para pejabat Israel tidak hanya sepenuhnya menolak semua resolusi PBB yang berkaitan dengan penghentian aktivitas pemukiman ilegal dan penarikan diri dari wilayah pendudukan, namun juga secara aktif berupaya untuk mendorong pembangunan dan legitimasi semakin banyak pemukiman khusus Yahudi di tanah Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Bunuh Tentara AS, Militer...
Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Rekomendasi
Solusi Tagihan dan Konsumsi...
Solusi Tagihan dan Konsumsi Token Listrik Makin Berasa, Ini Cara Cepat Lebih Hemat dari ShopeePay
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved