Mata-mata AS Dipenjara di Rusia Desak Balas Jebloskan Intel Kremlin di Teluk Guantanamo

Senin, 24 Juni 2024 - 12:32 WIB
loading...
A A A
"AS perlu keluar dan melakukan sesuatu—memenuhi Teluk Guantanamo dengan pejabat Rusia, menangkap mata-mata Rusia. Lakukan sesuatu yang membuat Kremlin sadar dan memperhatikan dan berkata, 'Oke, ya, baiklah, sekarang saatnya kita akan membuat Evan dan Paul pulang, lalu kami menginginkan kembali apa yang Anda miliki dari kami, dan kami akan mengakhirinya'," papar Whelan.

Whelan, mantan sersan Korps Marinir AS, bekerja sebagai eksekutif keamanan di sebuah pabrik yang berbasis di Michigan pada saat penangkapannya. Dia ditahan setelah menerima flash drive yang berisi dokumen rahasia dari petugas yang menyamar di Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB).

Departemen Luar Negeri AS mengeklaim bahwa dia ditangkap secara tidak sah, dan Whelan berargumen bahwa dia dijebak oleh FSB.

Washington telah mencoba selama bertahun-tahun untuk menegosiasikan pembebasan Whelan, namun dia tidak diikutsertakan dalam pertukaran tahanan yang membebaskan mantan Marinir AS lainnya, Trevor Reed, dan bintang bola basket wanita Brittney Griner.

Dia sebelumnya menuduh Biden mengandalkan “kebaikan politik yang pasif" daripada mengambil langkah-langkah seperti menyita aset Rusia atau mencabut visa warga negara Rusia untuk mendapatkan pengaruh negosiasi yang lebih besar.

“Sampai ada tindakan tegas yang diambil, hingga ada respons kuat terhadap perilaku semacam ini, mereka akan terus menangkap orang-orang seperti Trevor, Brittney, Evan, dan lainnya,” kata Whelan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved