PM Negara NATO Sebut Umat Kristen Kulit Putih Eropa Digantikan Imigran Muslim
Minggu, 23 Juni 2024 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa jam setelah dia berbicara dengan Radio Kossuth, Orban terbang ke Berlin untuk bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz menjelang Hongaria mengambil alih jabatan presiden bergilir Dewan Uni Eropa bulan depan.
PM Hongaria itu mengeklaim bahwa Jerman sangat menderita akibat imigrasi. “Tidak lagi seperti sepuluh tahun yang lalu,” katanya.
“Jerman ini bukan lagi Jerman yang dicontohkan oleh orang tua dan kakek-nenek kita,” katanya, seraya menambahkan bahwa negara tersebut sekarang menjadi dunia multikultural yang penuh warna dan berubah di mana para migran bukan lagi tamu.
Sikap Hongaria terhadap imigrasi telah menempatkan negara tersebut berselisih dengan Brussels dalam beberapa tahun terakhir.
Awal bulan ini, Pengadilan Eropa (ECJ) memerintahkan Budapest untuk membayar €200 juta (USD216 juta) karena gagal mematuhi undang-undang suaka Uni Eropa, dan mengenakan denda sebesar €1 juta per hari hingga Hongaria sepenuhnya menerapkan undang-undang tersebut.
Menurut pengadilan, Budapest telah membatasi akses migran terhadap prosedur suaka sejak tahun 2020, sehingga membuat proses pengajuan permohonan “hampir tidak mungkin.”
PM Hongaria itu mengeklaim bahwa Jerman sangat menderita akibat imigrasi. “Tidak lagi seperti sepuluh tahun yang lalu,” katanya.
“Jerman ini bukan lagi Jerman yang dicontohkan oleh orang tua dan kakek-nenek kita,” katanya, seraya menambahkan bahwa negara tersebut sekarang menjadi dunia multikultural yang penuh warna dan berubah di mana para migran bukan lagi tamu.
Sikap Hongaria terhadap imigrasi telah menempatkan negara tersebut berselisih dengan Brussels dalam beberapa tahun terakhir.
Awal bulan ini, Pengadilan Eropa (ECJ) memerintahkan Budapest untuk membayar €200 juta (USD216 juta) karena gagal mematuhi undang-undang suaka Uni Eropa, dan mengenakan denda sebesar €1 juta per hari hingga Hongaria sepenuhnya menerapkan undang-undang tersebut.
Menurut pengadilan, Budapest telah membatasi akses migran terhadap prosedur suaka sejak tahun 2020, sehingga membuat proses pengajuan permohonan “hampir tidak mungkin.”
Lihat Juga :