Lawan Serangan Rusia, Ukraina Dipasok Ratusan Rudal Patriot dan NASAMS Amerika

Jum'at, 21 Juni 2024 - 08:07 WIB
loading...
Lawan Serangan Rusia,...
AS putuskan akan memasok ratusan rudal Patriot dan NASAMS ke Ukraina yang kewalahan diserang rudal dan drone Rusia. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih pada Kamis mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan memasok Ukraina dengan banyak rudal pertahanan yang kuat untuk melawan invasi Rusia.

Keputusan ini diambil setelah rentetan serangan rudal dan drone Moskow merusak fasilitas energi di seluruh negeri Ukraina.

Ratusan rudal Patriot dan NASAMS baru—yang digunakan untuk pertahanan darat-ke-udara—akan dikirim ke Ukraina sebelum negara-negara lain memesannya, kata penasihat komunikasi Dewan Keamanan Nasional John Kirby.

Kirby menekankan bahwa pengiriman yang direncanakan ke Taiwan dan Israel tidak akan terpengaruh oleh langkah ini, dan bahwa negara-negara lain yang menunggu pengiriman mereka sangat mendukung ketika mereka diberitahu tentang keputusan Washington.

Baca Juga: Ukraina Merampas Rudal Patriot AS yang Dijanjikan untuk Swiss

“Jelas dibutuhkan lebih banyak hal dan hal ini diperlukan saat ini,” kata Kirby dalam konferensi telepon kepada para jurnalis, Kamis waktu Washington.

"Jadi, sebagai hasilnya, pemerintah Amerika Serikat telah mengambil keputusan yang sulit namun perlu untuk memprioritaskan kembali rencana pengiriman penjualan peralatan militer asing ke negara-negara lain, khususnya rudal Patriot dan NASAMS, untuk dikirim ke Ukraina," lanjut Kirby, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/6/2024).

Serangan rudal dan drone besar-besaran Rusia dalam semalam merusak fasilitas energi di seluruh Ukraina, sehari setelah Kyiv mengumumkan pemadaman listrik bergilir karena kekurangan listrik terkait perang.

Penyedia listrik nasional Ukraina, Ukrenergo, mengatakan pada Kamis pagi bahwa serangan semalaman terhadap pembangkit listrik tenaga panas menyebabkan kerusakan serius dan melukai tiga pekerja.

“Peralatan di fasilitas di wilayah Vinnytsia, Dnipropetrovsk, Donetsk, Kyiv rusak,” kata Ukrenergo dalam sebuah pernyataan.

Pada hari Rabu, Ukrenergo mengumumkan pemadaman bergilir setiap jam akan diterapkan di seluruh negeri.

Serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia telah mengurangi kemampuan pembangkit listrik Ukraina hingga setengahnya dibandingkan tahun lalu, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky awal bulan ini.

Dalam pidato hariannya, Zelensky mengatakan para pejabat pemerintah sedang mencari cara untuk memperbaiki situasi.

“Kami sedang mempersiapkan solusi yang akan memastikan musim pemanasan lebih dapat diandalkan dan memberi masyarakat lebih banyak peluang untuk melewati periode yang sangat sulit ini, dalam hal kekurangan dan pemadaman energi,” katanya.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan pihaknya menembak jatuh lima dari sembilan rudal dan 27 drone yang diluncurkan Rusia di 10 wilayah Ukraina selama serangan hari Kamis.

Militer Ukraina menambahkan bahwa Rusia sebagian besar menargetkan Ukraina timur, khususnya wilayah Dnipropetrovsk.

Di Rusia, gubernur wilayah selatan Krasnodar mengatakan serangan pesawat tak berawak Ukraina semalam menargetkan fasilitas penyimpanan minyak.

Gubernur setempat, Venyamin Kondratyev, mengatakan seorang wanita tewas dalam serangan di kota Slavyansk-na-Kubani.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Gol Kylian Mbappe Bawa...
Gol Kylian Mbappe Bawa Prancis Ungguli Swedia 1-0 pada Babak Pertama
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved