Lawan Serangan Rusia, Ukraina Dipasok Ratusan Rudal Patriot dan NASAMS Amerika
Jum'at, 21 Juni 2024 - 08:07 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi, sebagai hasilnya, pemerintah Amerika Serikat telah mengambil keputusan yang sulit namun perlu untuk memprioritaskan kembali rencana pengiriman penjualan peralatan militer asing ke negara-negara lain, khususnya rudal Patriot dan NASAMS, untuk dikirim ke Ukraina," lanjut Kirby, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/6/2024).
Serangan rudal dan drone besar-besaran Rusia dalam semalam merusak fasilitas energi di seluruh Ukraina, sehari setelah Kyiv mengumumkan pemadaman listrik bergilir karena kekurangan listrik terkait perang.
Penyedia listrik nasional Ukraina, Ukrenergo, mengatakan pada Kamis pagi bahwa serangan semalaman terhadap pembangkit listrik tenaga panas menyebabkan kerusakan serius dan melukai tiga pekerja.
“Peralatan di fasilitas di wilayah Vinnytsia, Dnipropetrovsk, Donetsk, Kyiv rusak,” kata Ukrenergo dalam sebuah pernyataan.
Pada hari Rabu, Ukrenergo mengumumkan pemadaman bergilir setiap jam akan diterapkan di seluruh negeri.
Serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia telah mengurangi kemampuan pembangkit listrik Ukraina hingga setengahnya dibandingkan tahun lalu, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky awal bulan ini.
Serangan rudal dan drone besar-besaran Rusia dalam semalam merusak fasilitas energi di seluruh Ukraina, sehari setelah Kyiv mengumumkan pemadaman listrik bergilir karena kekurangan listrik terkait perang.
Penyedia listrik nasional Ukraina, Ukrenergo, mengatakan pada Kamis pagi bahwa serangan semalaman terhadap pembangkit listrik tenaga panas menyebabkan kerusakan serius dan melukai tiga pekerja.
“Peralatan di fasilitas di wilayah Vinnytsia, Dnipropetrovsk, Donetsk, Kyiv rusak,” kata Ukrenergo dalam sebuah pernyataan.
Pada hari Rabu, Ukrenergo mengumumkan pemadaman bergilir setiap jam akan diterapkan di seluruh negeri.
Serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia telah mengurangi kemampuan pembangkit listrik Ukraina hingga setengahnya dibandingkan tahun lalu, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky awal bulan ini.
Lihat Juga :