6 Kekuatan Pakta Pertahanan Bergaya NATO antara Rusia dan Korea Utara

Kamis, 20 Juni 2024 - 19:19 WIB
loading...
6 Kekuatan Pakta Pertahanan...
Pakta pertahanan bergaya NATO antara Rusia dan Korea Utara ditakuti AS dan sekutunya. Foto/AP
A A A
PYONGYANG - Kunjungan pertama Vladmir Putin ke Korea Utara dalam hampir seperempat abad telah mendapat sorotan tajam dari seluruh dunia. Rusia tahu bahwa Barat sedang mengawasi dan pandangan mereka tidak terlalu kentara.

Putin jarang menghadiri pertemuan global akhir-akhir ini, dan berisiko ditangkap di sebagian besar negara di dunia berkat surat perintah dari Pengadilan Kriminal Internasional atas invasinya ke Ukraina.

Namun pada hari Rabu, presiden Rusia yang semakin terisolasi itu disambut dengan gembira di Pyongyang. Anak-anak mengibarkan bendera Rusia ketika gambar raksasa Putin menghiasi salah satu sisi alun-alun Kim Il Sung, sementara rekaman yang disiarkan di media pemerintah Rusia menunjukkan poster-poster pemimpin Kremlin berjejer di jalan-jalan. Semua ini merupakan sinyal bagi dunia bahwa Putin tidak terisolasi, namun dukungannya masih dihargai di beberapa belahan dunia.

6 Kekuatan Pakta Pertahanan Bergaya NATO antara Rusia dan Korea Utara

1. Bersatu Melawan AS

6 Kekuatan Pakta Pertahanan Bergaya NATO antara Rusia dan Korea Utara

Foto/AP

Baik retorika kedua pemimpin maupun apa yang disebut “pakta kemitraan strategis komprehensif” yang mereka tandatangani, tidak meninggalkan keraguan bahwa tujuan utamanya adalah untuk bersatu melawan apa yang digambarkan Putin sebagai “kebijakan imperialis Amerika Serikat dan negara-negara satelitnya.”

2. Bantuan Timbal Balik Jika Terjadi Agresi

6 Kekuatan Pakta Pertahanan Bergaya NATO antara Rusia dan Korea Utara

Foto/AP

Pakta tersebut berisi klausul yang mirip dengan Pasal V NATO, yang menurut Putin mengatur, “untuk penyediaan bantuan timbal balik jika terjadi agresi terhadap salah satu pihak dalam perjanjian ini.”

3. Bantuan Logistik Tanpa Batas

6 Kekuatan Pakta Pertahanan Bergaya NATO antara Rusia dan Korea Utara

Foto/AP

Menurut teks pakta tersebut, yang diterbitkan pada hari Kamis oleh media pemerintah Korea Utara, Pasal 4 menyatakan bahwa jika salah satu negara “memasuki keadaan perang karena agresi bersenjata”, maka negara lainnya “harus segera memberikan bantuan militer dan bantuan lainnya dan semua sarana yang dimilikinya.”

Putin kemudian menuduh Barat melanggar “tanggung jawab internasionalnya” dengan mengirimkan F-16 dan senjata lainnya ke Ukraina, dan menambahkan bahwa Rusia “tidak mengesampingkan pengembangan kerja sama teknis militer dengan DPRK sesuai dengan dokumen tersebut.”

Baca Juga: 7 Fakta Kedatangan Putin ke Korut, dari Kemitraan Strategis dan Memperteguh Permusuhan dengan Barat

4. Kerja Sama Militer Makin Erat

6 Kekuatan Pakta Pertahanan Bergaya NATO antara Rusia dan Korea Utara

Foto/AP
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad Meninggal Dunia di Usia 74 Tahun
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya...
Tragis! Ibu dan 4 Putrinya Tewas dalam Kebakaran Apartemen, Loncat dari Lantai 7
Rekomendasi
Comeback McGregor Berakhir...
Comeback McGregor Berakhir Tragis, Cedera di Detik Pertama dan Kalah TKO
Luis Figo Ramaikan Pesta...
Luis Figo Ramaikan Pesta Bola HGI 2026, KORMINAS Perkuat Pengembangan Olahraga Pikiran
Selebrasi Liar Lautaro...
Selebrasi Liar Lautaro Martinez Lolos dari Kartu Merah, Begini Penjelasan FIFA
Berita Terkini
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved