Mengulik Sejarah Hubungan Rusia dan Korut, Ternyata Tidak Selalu Mesra

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:15 WIB
loading...
A A A
Sekitar 1961, Kim Il-Sung dan pemimpin Soviet Nikita Khrushchev menandatangani perjanjian penting. Isinya adalah bahwa Moskow berkomitmen untuk membela Pyongyang apabila terjadi serangan di kemudian hari.

4. Kim Il-sung Mengkonsolidasi Kekuasaan


Hubungan baik yang terjalin antara Soviet dan Korut mulai menurun sekitar 1960-an. Hal ini terjadi ketika Kim Il-sung membersihkan faksi-faksi pro-Soviet dan pro-China dalam kepemimpinan guna mengkonsolidasikan kekuasaannya.

Setelah itu, Moskow pun mengurangi bantuannya kepada Korea Utara. Pada kurun 1970-an, Korea Utara mencoba mengambil keuntungan dari persaingan China dan Uni Soviet.

Namun, terjadi serangkaian kegagalan kebijakan menyusul pinjaman besar-besaran dari pasar keuangan internasional. Hal ini mendorong perekonomian Korea Utara menuju kekacauan selama beberapa waktu.

5. Uni Soviet Bertindak


Pada 1980-an, Mikhail Gorbachev naik menuju kekuasaan di Uni Soviet. Ia bertindak untuk mulai mengurangi bantuan ke Korea Utara dan mendukung rekonsiliasi dengan Korea Selatan.

Menariknya, Seoul juga ikut memperluas hubungan diplomatik dengan negara-negara komunis di Eropa Timur. Hal ini membuat Pyongyang semakin terisolasi.

6. Hubungan Semakin Buruk dengan Runtuhnya Uni Soviet


Uni Soviet runtuh pada 1991. Kondisi ini membuat Korea Utara kehilangan beberapa bantuan dalam bidang ekonomi dan keamanan.

Pemerintahan pasca-komunis di Moskow yang dipimpin oleh Presiden Boris Yeltsin juga tidak menunjukkan antusiasme untuk mendukung Korea Utara.

Sebaliknya, ia menjalin hubungan diplomatik formal dengan Seoul dan mencoba membiarkan aliansi militer era Soviet dengan Korea Utara berakhir.

7. Angin Segar dari Vladimir Putin


Kim Il-sung meninggal dunia pada 1994 dan membuat Korea Utara mengalami krisis. Kemudian, di awal 2000-an muncul nama Vladimir Putin dalam tampuk kepemimpinan Rusia.

Menariknya, Putin secara aktif berupaya memulihkan hubungan Rusia dengan Korea Utara. Ia sempat mengunjungi Pyongyang pada Juli tahun itu untuk bertemu dengan Kim Jong-il, pemimpin Korea Utara generasi kedua.

Kunjungan tersebut dipandang sebagai pernyataan Rusia bahwa pihaknya akan memulihkan hubungan dengan Korut.
Alasannya karena terjadi perbedaan pendapat antara Moskow dan negara-negara Barat mengenai isu-isu keamanan utama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Berita Terkini
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved