6 Fakta Hubungan Mesir dan Palestina, Awalnya Sangat Erat Namun Kini Mulai Renggang
Rabu, 19 Juni 2024 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Selama hampir tiga puluh tahun Mubarak memimpin Mesir, politik luar negeri terutama yang berkaitan dengan isu Palestina tidak berbeda dari pendahulunya.
Mubarak tetap menjaga komitmen perjanjian Camp David, hubungan dengan Israel tetap terjalin walau banyak yang menilai bahwa hubungan itu terjalin cukup dingin.
Perbatasan Rafah dibuka selama 12 jam, dan dibuka enam kali dalam seminggu, dan penduduk Gaza yang yang berusia antara 18-40 tahun harus melapor untuk dapat melintasi perbatasan tersebut, sementara wanita dan anak-anak tidak perlu melapor.
Baca Juga: 5 Fakta Memprihatinkan Iduladha di Gaza, dari Tak Ada Hewan Kurban hingga Kehilangan Orang Terkasih
Keputusan resolusi tersebut menjadikan Palestina sebagai salah satu peninjau non-anggota di PBB, posisi tersebut sama seperti Vatikan.
Mubarak tetap menjaga komitmen perjanjian Camp David, hubungan dengan Israel tetap terjalin walau banyak yang menilai bahwa hubungan itu terjalin cukup dingin.
3. Palestina Boleh Memasuki Wilayah Mesir Tanpa Visa
Pada era kepemimpinan Muhammad Mursi di tahun 2012, perbatasan Mesir Palestina kembali dibuka, dan rakyat Palestina diizinkan untuk memasuki Mesir tanpa visa.Perbatasan Rafah dibuka selama 12 jam, dan dibuka enam kali dalam seminggu, dan penduduk Gaza yang yang berusia antara 18-40 tahun harus melapor untuk dapat melintasi perbatasan tersebut, sementara wanita dan anak-anak tidak perlu melapor.
Baca Juga: 5 Fakta Memprihatinkan Iduladha di Gaza, dari Tak Ada Hewan Kurban hingga Kehilangan Orang Terkasih
4. Mesir Mendukung Palestina Menjadi Anggota PBB
Pada 29 November 2012, Mesir juga mendukung Palestina menjadi anggota PBB dengan upaya voting United Nations General Assembly resolution 67/19.Keputusan resolusi tersebut menjadikan Palestina sebagai salah satu peninjau non-anggota di PBB, posisi tersebut sama seperti Vatikan.
5. Hubungan Mesir Palestina Mulai Merenggang
Tak lama setelah penggulingan Mursi pada 3 Juli 2013, militer kembali menutup perbatasan Rafah, dengan alasan terjadi penembakan terhadap 20 orang polisi di dekat perbatasan dan pelakunya diduga dari militan Hamas.Lihat Juga :