Turki Temukan Gas di Laut Hitam dalam Jumlah Sangat Besar
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, sumber itu memperingatkan membutuhkan waktu tujuh hingga 10 tahun untuk mulai produksi dan biaya investasinya antara USD2 miliar dan USD3 miliar.
Para pejabat, termasuk Menteri Energi Fatih Donmez tidak memberikan rincian tentang pengumuman itu. Dia menyatakan Erdogan akan menjelaskan kabar mengejutkan itu sendiri.
Turki telah mengeksplorasi hidrokarbon di Laut Hitam dan Mediterania di mana operasi survei di perairan sengketa telah memicu protes dari Yunani dan Siprus. (Baca Juga: Trump Berharap Arab Saudi Bergabung Kesepakatan UEA dan Israel)
Jika skala cadangan di Laut Hitam itu dikonfirmasi, itu akan menjadi penemuan besar dibandingkan ladang gas yang biasa dikembangkan sebesar 1-2 triliun kaki kubik. Meski demikian, pengamat menyatakan Turki dapat menghadapi biaya infrastruktur tambahan untuk masuk ke pasar. (Baca Infografis: Amunisi Anyar China; Meratakan Area Luas dengan sekali Tembakan)
“Bahkan jika memang penemuan itu benar, membutuhkan empat hingga enam tahun untuk mencapai tahap produksi,” kata John Bowlus, pemimpin redaksi Energy Reporters. (Lihat Video: Republik Kopi di Pegunungan Ijen)
Para pejabat, termasuk Menteri Energi Fatih Donmez tidak memberikan rincian tentang pengumuman itu. Dia menyatakan Erdogan akan menjelaskan kabar mengejutkan itu sendiri.
Turki telah mengeksplorasi hidrokarbon di Laut Hitam dan Mediterania di mana operasi survei di perairan sengketa telah memicu protes dari Yunani dan Siprus. (Baca Juga: Trump Berharap Arab Saudi Bergabung Kesepakatan UEA dan Israel)
Jika skala cadangan di Laut Hitam itu dikonfirmasi, itu akan menjadi penemuan besar dibandingkan ladang gas yang biasa dikembangkan sebesar 1-2 triliun kaki kubik. Meski demikian, pengamat menyatakan Turki dapat menghadapi biaya infrastruktur tambahan untuk masuk ke pasar. (Baca Infografis: Amunisi Anyar China; Meratakan Area Luas dengan sekali Tembakan)
“Bahkan jika memang penemuan itu benar, membutuhkan empat hingga enam tahun untuk mencapai tahap produksi,” kata John Bowlus, pemimpin redaksi Energy Reporters. (Lihat Video: Republik Kopi di Pegunungan Ijen)
(sya)
Lihat Juga :