8 Ribu Tentara Israel Alami Kerusakan Mental dan Fisik sejak 7 Oktober

Rabu, 19 Juni 2024 - 09:15 WIB
loading...
8 Ribu Tentara Israel...
Tentara Israel dalam misi tempur di Jalur Gaza. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Sekitar 8.663 tentara Israel telah dirawat di departemen rehabilitasi psikologis dan fisik sejak agresi Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober, menurut data resmi pada Senin (17/6/2024).

Knesset [parlemen] Israel mengatakan, Kementerian Pertahanan menyerahkan data tersebut kepada Komite Audit Negara parlemen, menjelaskan, “Cedera yang paling umum terjadi pada ekstremitas dengan tingkat 42%, diikuti reaksi mental dan pasca-trauma sebesar 21%, cedera internal sebesar 9%, cedera tulang belakang sebesar 7%, telinga sebesar 8% dan mata sebesar 2%,” tanpa mengklarifikasi persentase cedera lainnya.

Knesset melanjutkan, “35% dari yang terluka, yang dirawat di bangsal rehabilitasi, menderita kerusakan psikologis.”

Sahabat-sahabat Eliran Mizrahi, tentara yang bunuh diri karena stres pascatrauma setelah bertugas lama di Gaza, berbicara di hadapan Komite, menurut pernyataan tersebut.

Ketua Komite, MK Mickey Levy, mengatakan, “Negara yang mengirim tentaranya ke medan perang harus tahu cara merawat mereka saat mereka kembali, dan tidak meninggalkan mereka begitu saja setelah mereka meletakkan senjata.”

Dia menambahkan, “Saya tahu bahwa pusat kesehatan mental telah didirikan, dan Kementerian Pertahanan dan departemen rehabilitasi melakukan segala daya mereka untuk memberikan bantuan kepada setiap orang yang membutuhkannya, tetapi kita harus memahami bahwa ini adalah bom waktu.”

Baca juga: Norwegia Peringatkan Otoritas Palestina Terancam Runtuh dalam Beberapa Bulan

Menurut militer, 662 tentara Israel telah tewas dan 3.848 orang lainnya terluka sejak dimulainya perang di Gaza, sementara militer menghadapi tuduhan menyembunyikan jumlah korban yang lebih besar.

Pasukan Pendudukan Israel melanjutkan perang mereka di Gaza, mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikannya.

Israel juga menolak perintah Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mengakhiri invasi Rafah (selatan), dan mengambil tindakan untuk mencegah tindakan genosida dan memperbaiki situasi kemanusiaan yang mengerikan di Jalur Gaza.

Rezim kolonial Israel juga menentang permintaan Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Karim Khan, untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas "kejahatan perang" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan" di Gaza.

Agresi Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 122.000 warga Palestina tewas dan terluka, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan wanita.

Lebih dari 10.000 orang hilang di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang merenggut nyawa puluhan orang, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.

Penjajahan dan kolonialisasi Israel terjadi sejak 1948. Puluhan ribu warga Palestina telah tewas di tangan Israel sejak saat itu. Jutaan orang mengungsi ke berbagai negara akibat penjajahan tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Bukan Cuma Jago Nyanyi,...
Bukan Cuma Jago Nyanyi, Meidra Idol Ternyata Pernah Terjun ke Dunia Kapal Tanker
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Berita Terkini
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Infografis
Pemimpin Hamas dan Hizbullah...
Pemimpin Hamas dan Hizbullah Dibunuh Israel sejak Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved